Kupu Kupu di Atas Kertas…

June 20, 2007

Bersemangat!!! Rajin3!!!!

Filed under: teman

Akhir akhir ini sering mendengar kata2 penyemangat:

Bersemangat!!!

Rajin!!!3x

Pokoknya rame banget kalau sesama temen lagi memberikan semangat. Terlihat sekali waktu ujian akhir kemarin. Inilah sebuah kata yang ringan, tapi bagi kita, apalagi diucapkan tulus dari seorang temen. Jadi semakin SEMANGAT!!!

Terima kasih teman!!!

Yang akhirnya, nilai ujian dan dengan RahmatNya, alhamdulillah…

BERSEMANGAT!!!

May 25, 2007

Menantang hari

Filed under: Uncategorized

Aku datang
Dengan lantang
Mengisi Siang dan petang

Da’wah
jihad
tak hanya kewajiban mereka yang kuat

Aku tak lemah
hanya karena gender
dan itu bukan parameter

muslimah
buatlah dirimu makin hebat
dengan imanmu yang makin kuat
Menantang hari
Tanpa takut mati

Mengetuk Langit

Filed under: Puisi...

Oleh Aksara Kauniyah

Langit kusam semburat merah bumi yang gemetar
Sepotong paras kusut kuda apokaliptik mendengus
Dari Timur sangkur berpucuk-pucuk menyebar amis kematian
Bintang kemusuk di langit jagad melepus tak mau redup
Seiring taring memercik liur membusuk
Serupa kelewang karat berkisah usia dan derita
bertepuk gemuruh pada kado hari perayaan
buat perempuan yang nafasnya ditebas timah panas
buat anak-anak dengan sukma tertekuk di kolong bangunan ambruk
buat lelaki dengan tempurung-tempurung retak
buat sengal peradaban yang dihanyut beliung hari petang

Nasar melayang sambil kelimun serapah dikebas ke bumi pasrah
sekelebat tahta agung sehimpun sabda torah
serdadu berderap tanpa wajah
asap puing hitam menebal
dan kitab-kitab sejarah kumal menahan muntah
yang ditulis dengan tangan-tangan lelah
memberi berita yang tak kunjung beda,
ada penjagal menembak sambil tertawa

Lelaki kecil di pojokan abad menggesek biola renta
lagunya merengek mengadu dan bertanya-tanya
pada arak awan di sebelah selatan, pada sejarah yang seronok, pada ingatan yang koyak, pada kota yang makin tua, pada masjid di tengah desa yang porak poranda

Usai terjungkal tempurung ditikam peluru tajam, ayah pergi ke negeri mana
Jantung ibu jadi sarang buat 3 peluru, kenapa pula berhenti bercerita paderi pembela, atau tentang Khaibar yang gembira
Adik satu telanjur kaku di keranda bisu, pada siapa kini berbalas haru
Shaf-shaf manusia di tiga jelaga kota, buat berapa malam mesiu masih terjaga menggali kubang mayat dan telaga darah

Sepuluh jari mungil menengadah semesta
Berbisik-bisik bibir mencoreti tujuh langit dengan doa
Pada Tuhan ia titip ayah, ibu, dan adik yang masih balia
Bikinkan satu rumah buat bersama dengan satu kamar tersisa
Karena tak akan lama
Di atas padang perburuan luka
Di malam sunyi yang mendesah basmallah
Malaikat mengetuk pintu di satu kala
mengantar ia bersama siapa entah,
dengan nama yang satu,
dengan titah yang Ia mau,

:syuhada.

May 19, 2007

Sifat Generasi da’wah

Filed under: Uncategorized


Kedudukan Islam bisa saja direndahkan. Mungkin karena kita yang memang Islam kadang masih saja merasa yang lain tak berguna hingga kita suka merendahkan orang lain. Inilah sifat sombong. Orang yang kaya, punya mobil, pakaian rapi belum tentu sombong. Seorang sahabat mengatakan kepada Rasulullah: Wahai Rasul, dia itu si fulan itu sombong, dia selalu memakai baju yang bagus-bagus. Maka Rasul mengatakan, Jangan kamu terpedaya dengan penampilan. Belum tentu dia itu sombong, boleh jadi dia itu sangat dermawan.

Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa orang yang sombong tidak akanmasuk surga sampai gajah masuk dalam lubang jarum. Logikanya, sampai kapan, ga mungkin kan. Juga dalam hadits lain bahwa orang yang di dalamnya ada sifat sombong sebesar zarahpun, maka tidak akan masuk surga. So, kadang kita sering sombong hanya karena latar belakang kita yang lebih dari yang lain, karena kecantikan, karena kepintaran, kekayaan, jabatan, dan lain-lain.
Kemudian juga karena sifat yang susah menerima kebenaran. Inilah yang akhirnya membuat kedudukan Islam terasa rendah di mata orang. Harusnya memang akhlak kita yang kita tunjukkan menunjukkan Islam yang sebenar. Gimana supaya sholat itu tidak hanya sekedar fiqih, dan sebagainya.

So, sebagai generasi dakwah kita haruslah memiliki kepribadian istimewa. Di antara sifat-sifat yang harus dimiliki yaitu:
Pertama, sifat tasamuh atau toleransi. Ketika orang lain mendapat kesenangan, kita juga harusnya senang. Ketika orang lain mendapat kesusahan kita harus ikut merasakannya yang akhirnya ada tolong menolong. Tapi bukan sebaliknya, ketika orang lain senang kita malah susah dan ketika orang lagi susah kita malah merasa senang.Dalam kuliah misal, dosen telat, kita harus sabar menunggunya. Dosenpun harus toleransi dengan mempercepat jalannya. Maka yang ada bukan su’udzan. Biasanya seh, kalau sudah su’udzan kita sukanya malah mendo’akan yang tidak-tidak atau gosip-gosip baru akhirnya muncul. Entah dibilang dosen ga bertanggungjawab, males ngajar, dsb. Kalau toleransi kan enak, akhirnya ada saling pengertian. Soalnya kalau kita benar, kita merasa sok paling benar sih. Ah, sudah berangkat pagi-pagi, dosennya ga dateng. Males, bete, ato akhirnya maki-maki dosennya. Sok paling rajin seh. Padahal mungkin baru hari itu aja berangkat pagi-pagi.
Eh, ternyata di fiqih itu banyak sekali toleransi ya. Ya, sepanjang dalilnya shohih. So, makanya kalau berselisih kita upayakan untuk kembali ke Al-Quran dan hadits. Aku mikirnya ngeri juga, kalau sedikit ini bid’ah sedikit itu bid’ah. Duh, pusiiing. Misalkan saja, apakah tidur membatalkan wudhu? Ini termasuk ikhtilaf (ada beda pendapat antar ulama). Kalau pastinya seh, mungkin lebih baik wudhu lagi. Dulu pada zaman Rasul, ada beberapa sahabat yang tidur setelah maghrib sambil menunggu waktu isya’. Ternyata setelah tidur, para sahabat tidak wudhu lagi. Jadi setelah tidur, tidak wudhu juga tidak apa-apa. Tapi, kalau konteksnya sekarang gimana. Mengingat tidur zaman dulu sahabat Rasul dengan sekarang ada perbedaan. Kalau kita tidur. So, alangkah lebih baik kalau kita wudhu lagi.
Ketika kita sholat jama’ah tiba-tiba orang yang berada di shof tengah mundur. Kita kan harusnya geser untuk merapatkan sholat lagi. Tapi kadang orang yang tidak tau susah juga kan. Mereka pikir bergerak dalam sholat itu tidak boleh alias membatalkan sholat. Sudah berusaha menggeser orang di samping kita ternyata tidak mau geser dengan alasan tersebut. dalam hadit rasulullah, Kalau shof kita renggang memungkinkan setan untuk nyelip di shof yang renggang tadi dan kita bisa dianggap tidak ikut jama’ah. Wuh, kayak gitu toh. Dijelaskan bahwa gerakan yang tidak boleh dalam sholat itu adalah gerakan yang tidak butuh untuk digerakkan. Apalagi baca SMS waktu sholat, ya jelas ga boleh. Dulu Rasulullah bergerak ketika punggung ditunggangi cucunya. Terus kalau misal kita tau tas kita mau dicuri gimana ya? ternyata kita boleh kok bergerak, kan kita butuh untuk bergerak. Asal tidak bersuara. Karena berbicara di waktu sholat membatalkan. Terkadang kita milih amannya membatalkan sholat dulu. Dan misal, kalau kita mau sholat tidak mendapatkan air sama sekali dan ternyata setelah selesai sholat kita mendapatkan air gimana. seorang sabahat dulu mempertanyakan ini kepada Rasulullah. Dalam hadits disebutkan bahwa yang tidak sholat sesuai dengan sunnah rasul yang sholat lagi dapet dua pahala. So, kita milih yang mana? Ya terserah, kita maunya yang mana? Kalau logika kita ya, milih yang paling banyak pahalanya lah. Ijtihad benar dapet 2 pahala, ijtihad salah 1 pahala, sholatnya 1 pahala. Kalau kita tidak sholat berarti kan sesuai dengan sunnah Rasul dan ijtihad benar jadi dapet 2 pahala + sholatnya dapet 1 pahala, totalnya 3 pahala. Kalau kita sholat lagi, berarti ijtihad salah dapet 1 pahala dan sholatnya 1 pahala jadi totalnya 2 pahala. Tinggal milih mau 2 pahala atau 3 pahala? Semua tegas, jelas dan puas. Kalau puas belum tentu jelas, kalau jelas pasti puas. Misal kalau kita marah, teriak-teriak, kita puas tapi belum tentu jelas. Tapi kalau jelas kan, kita tak perlu marah, pasti semakin puas aje. Memang dalam fiqih banyak sekali toleransinya. (kok jadi kemana-mana)

Kedua, Cinta karena Allah. Seorang sahabat berkata kepada Rasul. Bahwa dia mencintai fulan. Rasul mengetahuinya, kemudian beliau bertanya, apakah kau pernah menceritakan cintamu kepadanya? tanya Rasul. Belum, jawabnya. Segeralah menemui dia dan katakan bahwa kau mencintainya.
Ya, tapi kalau hadits tersebut langsung diamalkan ya bahayalah. Masak kita mau mengatakan cinta sama ikhwan. Pede banget pula. Hmmm, mengamalkan hadits ternyata juga harus tau kultur. Yang dimaksud itu bukan cinta karena gairah tapi kasih sayang karena Allah.
Saling mendoakanlah. Semoga Allah menyampaikan cintaku padanya. Secara tekstual bahwa, cintailah saudaramu seperti kau mencintai saudaramu sendiri. Maka yang kita lakukan adalah menunjukkan rasa cinta itu. Menampakkannya, minimal menghargainya, ada saling mendahulukan.

Ketiga, Silaturahim. Berkunjung itu mungkin yang paling ringan. Saling menanggung. Eh, kita mikirnya. Enak ya, kalau kita punya banyak utang. terus punya banyak saudara, maka ada saling menanggung. Utangmu utangku, utangku utangmu. Ini kayak mencari kesempatan dalam kesempitan saja. Utang kita ya tanggungan kita.
Memang indah sekali kalau silaruhmi kita tersambung kemana-mana. KIta akan merasa rame, terjaga oleh banyak orang dan sebagainya deh. Wah, pokoknya enaklah. Palagi dari keluarga besar. Yang dari saudara terdekat saja sudah banyak. Tersambung kemana-mana tuh.

Keempat, salam. QS.AnNur:41. Salam itu do’a. Assalamu’alaikum. Semoga Allah memberi keselamatan kepadamu. Indahnya salam yang tak sekedar selamat pagi, selamat sore, halo, tapi juga do’a. Lucunya kalau misal kita baru pertama kali ingin membudayakan salam. Dalam keluarga misal salam itu bukanlah hal yang biasa diamalkan, mungkin hanya sekedar diamalkan dalam acara2 resmi saja. Nah, waktu itu lagi mudik2nya. Eh, aku tiba2 mpe rumah langsung salam. Betapa kagetnya dan ketoke yo aneh waelah ;) .Kata Rasul, kalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, kalian tidak akan beriman sampai mencintai saudara, apakah ingin aku tunjukkan sampai kau mencintainya, maka ucapkanlah salam.
Ini yang sering terjadi, punya saudara kandung, lebih sering bertengkar dibanding yang saudara kandungnya di tempat jauh. Maka kalau lagi marah, bertengkar dan sebagainya, segera ucapkanlah salam. Suasana bakal mencair deh, ga usahpake nulis-nulis surat segala, minta maaf lewat kata-kata, langsung aja ucapin salam, InsyaAllah bakalan baikan lagi dalam waktu singkat. hehe, udah terbukti ;) .
Mengucapkan salam itu sunnah, menjawabnya wajib. Tapi salam yang tidak boleh dijawab adalah menjawab salam imam. Itu tidak boleh.
Dalam beberapa hadits. Rasulullah berkata: sholat hanya diterima jika orang yang melakukan sholat tawadu’ akan kebesaran Allah, tidak merendahkan makhlukNya, menghabiskan siang hari untuk dzikir, mencintai orang-orang miskin, mencintai musafir, mencintai orang yang kena musibah dan mencintai para janda. Kemudian hadits lagi, Islam itu agama yang baik yaitu memberi makanan orang yang membutuhkan dan mengucapkan salam. Kemudian lagi, Yang membuat kita masuk surga adalah sebarkan salam, memberi makanan, menyambung silaturahim, sholat malam maka kamu akan masuk surga dengan selamat.
Bolehkah kita salam kepada lawan jenis? boleh, tapi awas ati-ati menimbulkan fitnah. Kadang kita perlu melihat orangnya juga, apakah ia mudah ge-er tidak, pikir2 soal ge-er, ge-er duluan yang mana yang cowok dulu ato cewek dulu itu biasanya tergantung iman. Disimpulkan sendiri, kamu termasuk orang yang mudah ge-er ato tidak. Makanya kadang lebih milih untuk berdoa saja, supaya Allah menjaga hati ini.
So, salampun harus ikhlas. Salam ikhlas ato tidak biasanya juga keliatan dari wajahnya.

Kelima, Tawadu’ atau rendah hati. QS. hujurat:88. dalam hadits juga bahwa harta tidak kurang karena shodaqoh dan tidaklah seseorang tawadu’ maka Allah akan mencintainya
Tawadu’ ini adalah sikap diri, kepribadian. Bukan karena jabatan kita lebih rendah kita tawadu’, itu bukan tawadu’. INgat kisah sahabat, yaitu Umar. Beliau termasuk sahabat yang terkenal tegas dan keras. Tapi bukan berarti keras tidak tawadu’. Dulu, waktu Umar sedang melakukan keliling malam, ada keluarga yang belum makan. Ditanya, kenapa belum makan, kan ada khalifah? tanya Umar. Dilihatnya bahwa yang dimasak keluarga tadi adalah batu. Apa keinginan ibu? jelas Umar. Bawa Umar kesini dengan gandum dipundaknya. Maka Umarpun segera meengambil gandung dan menggendonng di pundaknya. Siapa engkau? tanya ibu tadi. Maka Umarpun berkata, Saya Umar.
Sering kita lihat bahwa jabatan itu membuat sombong. Ketika kepala desa menemui warga. Anda tau ga berhadapan dengan siapa? dengan kepala desa. Nah, jadi kepala desa saja dah sombongnya kayak gitu.
Ketika Umar ingin mengutus gubernur ke Irak. Maka dipilihlah Salman Alfarisi, yang terkenal dengan sholatnya yang khusyuk dan tawadu’ itu, untuk ke Irak, pada awalnya salman menolak. Inginkah kau simpan neraka dipundakku? Maka akhirnya salmanpun menerimanya. Sesampai di Irak. Salman yang hanya membawa keledai dengan dikawal oleh unta. Betapa orang-orang dan pejabat Irak tidak satupun ada yang mempercayainya bahwa yang dihadapinya adalah Salman yang hanya berkendaraan keledai, sedangkan yang lainnya berkendaraan unta, meski salman sudah menegaskan bahwa dialah salman utusan Umar.  Mereka berkata, kami tidak akan memiliki gubernur seeprti Anda.  Demi Allah, Salman adalah saya. Betapa tawadu’nya Salman. Pun ketika Salman sebelum meninggal dalam keresahannya. Sahabat, aku masih punya 3 harta, padahal nanti di akhirat harta apapun akan dihisab oleh malaikat Allah. 3 Harta itu adalah mantel untuk menyambut tamu beliau, tongkat untuk membantu berjalan sewaktu khutbah jum’at dan bejana untuk makan dan minum. Subhanallah… Aku jadi teringat waktu dulu ketika aku adekku dan kakakku masih bersama-sama di jogja. Tegas mbakku bahwa, mbakku tidak akan menngharapkan sedikitpun tentang warisan dan menyerahkan semuanya kepada aku dan adekku. Tekatnta hanyalah memberikan terbaik buat ortu.  Maka kalau punya harta, bagi-bagi aja pada orang lain, sehingga tentang permintaan yang berlebihan kepada orang tuapun tidak akan ada lagi. 
Keenam, mendahulukan sahabat dan cinta saudara seperti cinta kepada diri sendiri
Ketujuh, tepat janji. Ini akan membuat ukhuwah semakin bagus.
Kedelapan, senyum ikhlas. Kenapa ada tambahan ikhlas, biasanya juga senyum ikhlas dan tidak itu keliatan banget. Iso wae senyum sinis malah bikin orang lain semakin kesel bukan. Karena ga susah senyum itu. palagi kalau membuat yang lein semakin senang dengan wajah kita yang berseri-seri. kan ini sedekah yang mudah dan murah. Nanti akan terasa deh, saat disuruh milih senyum atau uang kalau kita tau apa arti senyum yang sebenar.

Wallahu a’lam.

Hilangnya Kesadaran Akal

Filed under: Muda...


Pernah ga waktu kita pergi ke toko, pasar, swalayan, dkk. kita suka terlena karenanya. Halah, jangan bohong deh. Apalagi kaum hawa yang lebih tidak ada cuek dalam penampilan. Yah, meski ga semuanya. Ketika melihat jilbab lucu, cantik, unik, kamu akhirnya melupakan yang lain. Saat sebenarnya kamu belum membutuhkannya. Padahal dompetmu sebenarnya juga menipis, dengan alasan nanti ga ada lagi model kayak gitu. Kamu tiba-tiba langsung terbius untuk membelinya. Dan ga sadar kalau kamu ga bisa pulang nge-bus gara2 uang abis, untungnya kamu bawa motor sendiri. Harusnya memang kita mesti dewasa. Pandai membedakan dan memanage kebutuhan dan kesenangan.

Lagi-lagi bila kamu type yang kurang teratur, ga pernah pake planning sebelum membeli. kadang2 juga seh, meski dah pake planning, sudah susah2 nyatet di kertas kecil akhirnya ga kepake karena sudah terlanjur jatuh hati ma tu jilbab. Intinya adalah kesenangan kita yang terlalu berlebihan. Selain contoh itu, misal ketika kamu lagi bener2 laper, disodori makanan, maka langsung tuh kamu lahap makanan yang ada di depan kamu. Eh, ga make basmalah, ato sabar dikit kek. Satu sendok langsung telen. KOk ga sendok sekalian yang ditelen. Ketika kamu dah lulus, eh langsung ditawari kerja menggiurkan lagi gajinya. Coba kamu mpe lupa ga mikir2, langsung deh ambil tuh jabatan. Ga peduli nanti selanjutnya kayak gimana. Dapet tawaran jadi manajer pula misalnya, langsung ngiler itu mending, kalau pingsan gimana coba. Kan punya jabatan juga harus tau konsekuensinya.

Kadang juga kita hilang kesadaran akal karena rasa tidak senang yang berlebihan. Misal ketika kita lagi kena musibah. Bilang ALLah ga adil, ga sayang lagi ma kita, maki2 semua orang deh. Yah, imannya lagi goyah tuh. Padahal apa yang menimpa kita belum tentu itu adalah kecelakaan bagi kita, kerugian bagi kita, lha nanti setelah kena musibah, tiba2 kamu dapet pekerjaan enak, seneng ga? Kamu malah semakin deket denganNya, enak ga? Kamu akan semakin kenal dengan temen2 kamu yang pada senang hati jenguk kamu, seneng ga? Memang manusiawi sih, ketika dapet musibah langsung sedikit putus asa. Rasanya dunia tidak bersabat dengan kita. Rasanya kita adalah orang yang paling menderita. Tapi ga semuanya gitu kan? Kamu ngaku orang beriman ga?

Uhu…uhu…nilai ujian jelek. langsung semester depannya nyontek. Eit, jangan man. nanti nyesel kayak aku waktu kelas 6 SD dulu. Gara2 nyontek seluruh tetangga2ku, temen2ku, guru2ku wah semuanya tau. palagi ortuku, aduh,,,, aku malu banget deh. Cukup waktu itu, tapi gara2 itu aku jadi semangat belajar. Yah, ya jangan langsung balas dendam sebelum berubah jadi baik, harus nyontek dulu, puas2in gitu.

Nilai jelek, langsung putus asa, nilai jelek langsung menyendiri. aha… Mau kayak gitu? Sori banget deh, ga ikut2an deh, kamu nanti yang bakalan rugi.

Uang abis nyuri, aha… anak kampus kok nyuri, udah gedhe kok masih lugu. Uang abis kok nangis, uang abis kok ambruladul. Ga banget ya. Makane ayuk kita belajar bisnis, meski kecil2an, key man…

Putus cinta nangis, mau bunuh diri, banting2 HP, ihi… ga jantan banget seh. hari gini masih pacaran. Nanti kalau ga jadi nikah sama dia, nanti lebih kecewa lagi. Yang jantan tuh, ga pake pacaran2. Mereka bisa mandiri tanpa pacaran. Sekarang ini yang aku ketahui tentang pacaran tidak ada selain berlagak kayak anak kecil, masih ada sifat tergantung yang terlalu mendalam, padahal belum nikah. Masak mo beli makan aja mesti minta tolong, mo tidur ada harus nina bobok dulu, sudah bobok belum sayang, mau makan perlu direminding sama orang lain. Belum nikah dah keliatan ga mandiri gitu. Harga diri mo dikemanain tuh. Masak kita akan memposisikan diri sendiri sebagai orang yang lemah. Padahal kalo nikah itu, berusaha untuk saling melengkapi, memanage perbedaan, bukan sekedar saling menanggung. Yuk, belajar mulai saat ini juga. Makane jangan pacaran deh, nambah2 dosa.

Makanya kalau seneng jangan berlebihan, kalau ga seneng juga jangan berlebihan. Selalu mendekatkan diri kepadaNya, selalu berdzikir kepadaNya, menyerahkan semua urusan kepadaNYa, dan jangan putus asa, terus berjuang man. Bisa2 kena penyakit hilang akal tuh. Kan rugi sendiri. Setan itu suka sekali sama orang-orang yang berlebih-lebihan loh. So, mau jadi temen setan? hayah…


Biarlah mereka bersenag-senang dengan kekasih mereka, aku bahagia bisa bersenang-senang denganNYa.


Bisa jadi yang kamu sukai itu lebih baik. Malah bisa jadi yang tidak kamu sukai itu adalah lebih baik menurut Allah.


Setiap kali melangkah, mulut berucap, telinga mendengar, mata melihat, tangan berbuat, tetapkanlah hati ini berada dalam petunjukNya untuk meresponnya.

wallahu a’lam

May 9, 2007

Menuju disahkannya Perda Pondokan

Filed under: Muda...

Jogjakarta terkenal dengan kota pelajarnya memiliki banyak sekali ragam suku yang masuk ke dalamnya. Mereka menimba ilmu di sana, apalagi banyak sekali PT dan PTS di jogja ini memiliki persaingan yang ketat. Lebih dari 40 PTN dan PTS atau kurang lebih 45 PTN dan PTS di daerah Sleman saja. Tak heran kalau di jogja menjadi incaran banyak sekali pencari ilmu dan banyak sekali menumbuhkan lowongan usaha yang menggiurkan bagi masyarakat, baik mengenai tempat tinggal, warung makan, dll.

Ketika dulu sebelum meniatkan diri untuk kuliah di jogja, sudah pikir-pikir panjang. Dengan alasan bukan sekedar karena jauh dari Blora, keinginan orang tua, tapi juga penasaran ketika mendengar bahwa lebih dari 90% mahasiswi di jogja sudah tidak perawan lagi. Ya, memang penasaran, meski banyak sekali temen2 yang kurang setuju karena masuk UGM dengan system pendidikan di UGM yang sudah otonomi itu harus bayar2 mahal cuman masuk MIPA, statistika lagi, knapa tidak Teknik atau Kedokteran saja. Tapi, karena aku memang suka matematika dan tidak menginginkan masuk teknik ataupun kedokteran dan tak mau aku melirik PTN di daerah lain. Gila, kalau aku masuk kedokteran memang aku bisa bayar? Memperjelas alasanku tetap memilih UGM di Statistika dan akhirnya sekarang aku sudah terlanjur jatuh hati kepadanya.

Penasaran akan hal itu ternyata terjawab pada kos-kosanku yang pertama. Keherananku pada awal melangkahkan kaki ke kos-kosan membuatku sedikit percaya akan penelitian tersebut, sampai hari-hariku lalui malah semakin menambah kepercayaan tersebut. Banyak sekali hal-hal yang sebelumnya bahkan aku tak mengenal aku jadi akrab mendengar, melihat akan ma’shiyat tersebut. Entah, tapi alhamdulillah, semoga aku bisa jaga diri. Dan alhamdulillah, ada banyak ruang yang membantuku melawannya.

Teori tentang pemilihan sample dalam penelitian menunjukkan bahwa penentuan jumlah sample dan pemilihan sample haruslah tepat. Ketika penelitian itu dilakukan sudah tentu mengenai pemilihan sample dan jumlah sample pun haruslah tepat. Mengenai kevalidan dan reliabilitasnya. Maka tetap aku yakin bahwa tidak mungkin penelitian itu dilakukan pada semua populasi. Tidak mungkin bisa dan mau karena akan sangat membutuhkan waktu, biaya, tenaga, dan pemikiran yang sangat menyita. Sudah pasti dipilih sample yang bisa mewakili populasi. Halah, dulu kan mikirnya penelitian itu dilakukan pada semua populasi seluruh warga jogja. Yah, dulu kan buta ma statistika penelitian. Hehehe… jadi jelas dunk ada pondokan yang jauh dari itu semua. <!–more–>

Sebab pula karena dalam penelitian oleh bapak Iip Widjayanto, yang menyimpulkan bahwa lebih dari 90 % mahasiswi jogja sudah tidak perawan lagi. Mengagetkan mungkin. Inilah yang membuat para orang tua yang ingin menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di jogja menjadi was-was. Tak lama kemarin juga telah ditangkap teroris di daerah Sleman. Betapa latar belakang ini sudah sedikit banyak mendukung untuk segera disahkannya Perda pondokan.

Pondokan yang semakin menjamur dan tanpa ijin pendirian ini yang semakin meresahkan. Mereka yang punya rumah meski kecil tetap diadakannya kamar-kamar kecil untuk usaha pondokan atau kos-kosan.

Yang jelas ketika nanti sudah disahkannya Perda tersebut tidak mempersulit usaha untuk mendirikan kos-kosan alias pondokan tapi untuk menertibkan, semacam nanti ada laporan. Malah ijin pendirian pondokan akan dipermudah, bukan berarti karena alasan lebih mudah, pemilik pondokan langsung sembarangan, tetapi tetap harus mematuhi aturan yang ada dalam perda pondokan tersebut. Ijin pondokan dipermudah dengan aturan-aturan yang jelas dan syarat aturan tersebut harus diikuti, juga lebih selektif dalam memilih calon penghuni pondokan.

Sebelumnya memang pernah ada semacam aturan pondokan seperti itu. Tapi karena belum diperdakan maka belum bisa intensif , hanya sebatas kesepakatan antara RT dan RW saja. Terlihat adanya aturan jam kunjung pada tiap-tiap kos-kosan.

Aturan yang belum diperdakan sepertinya tergantung juga pemilik pondok. Mereka kadang terlalu cuek akan keadaan kos-kosan. Hubungan antara pemilik dan penghuni hanya sebatas transaksi penginapan. Tak lebih. Makanya yang akhirnya semakin lama karena memang pondokan semakin menjamur maka terjadi banyak sekali hal-hal yang tidak dinginkan, seperti pergaulan bebas, pencurian, dan sebagainya.

Harapan banyak sekali dengan nanti disahkannya PerDa pondokan. Para masyarakat akan mengikuti aturan tentang pondokan/penginapan/kos-kosan/kontrakan, dll, masyarakat yang jauh dari sleman yang menitipkan anaknya akan lebih nyaman dan lega dengan adanya aturan yang jelas tentang pondokan, hubungan antara anak pondokan, pemilik pondokan dan warga sekitar bisa lebih harmoni, tentram dan terlihat sekali keindahannya bukan sekedar tegur sapa saja dan lagi yang sedikit meresahkan adalah untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan bagi para remaja atau mahasiswa karena sex dan pergaulan bebas.

Saya sendiri yang tinggal atau menjadi warga Sleman, untuk saat ini sangatlah mengharapkan dan setuju dengan adanya PerDa Pondokan. Karena yang sekarang terjadi adalah kos-kosan yang memiliki kebebasan total, sering juga tidak ada pantauan dari pemilik kos-kosan dan RT, RW atau warga sekitar menjadi bagian dari kemakshiyatan yang semakin meraja lela. Senang jika kos-kosan banyak. Tapi membuka tempat makshiyat banyak sekali akan sangat menyedihkan.

Raperda yang dibuat oleh Tim PanSus Perda Pondokan mendapatkan sambutan positif dari Pemerintah daerah sleman yang disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sleman Drs Sri Purnomo atas perbincangannya dengan Ketua Pansus Perda Pondokan Pak Ahmad dalam sebuah acara di salah satu station radio di yogyakarta.

PerDa dapat dibaca di :

http://www.hukum.jogja.go.id/upload/PD_th_2003_no_4_ttg_Penyelengg_Pondokan.pdf

dukungan dan partisipasi dari seluruh pihak di sleman akan sangat membantu dalam pelaksanaan perda tersebut.

May 8, 2007

Merawat Cinta Kasih…

Filed under: Uncategorized


Menyenangkan sekali cinta kasih sesama teman, kepada yang lain. Mereka punya keunikan tersendiri dan pasti punya kekurangan juga dan ketika kekurangan itu bisa kita manage, saling pengertian, saling mengisis maka yang kita lihat adalah persahabatan dengan cinta kasih yang indah dan istimewa.

Tidak dengan waktu sekejap kita akan paham, perkenalan dan penjelasan itu terus menerus. Tidak akan berhenti untuk terus ta’aruf, tafahum, saling menolong dan akhirnya kepercayaan itu dengan sendirinya akan tumbuh.

Cinta kasih itu tidak mekanik bisa langsung kita buat sesuai dengan keinginan kita. Dalam artian kita maunya cuman cinta-cintaan, yang enak-enak saja. Sudah pasti ada yang menghadang nanti.

Cinta kasih itu perlu uraian dan penjelasan. Jangan mengatakan canggung untuk menyatakan: "Aku cinta kamu".

Bisa jadi cinta itu tidak dipahami karena kita belum mengatakannya, meski tindakan kita sudah mengarah cinta. Yah, tapi tindakan itulah yang akan sangat terasa sekali ketika kita sekaligus mengatakan cinta. Oh ya???

Mungkin karena kita kurang merawat cinta itu jadinya kita akan kehilangan cinta kasih itu sendiri. ITu Yang PaStI!. Merawat cinta kasih kepada Allah secara kontinu. Seumpama tanaman itu kita rawat setiap hari secara kontinu maka kita akan mendapatkan tanaman tersebut tumbuh dengan subur fan akan berbuah dengan begitu lebatnya.

terkadang kita ketika lagi tidak akur dengan temen, kita ditegur yang lain dengan begitu kerasnya. kenapa kamu tidak akur? tapi ketika kita mengatakan cinta kepada yang lain malah kita ditertawakan atau dianggap aneh. Hehehe… So memang pernyataan cinta itu juga harus melihat siapa orangnya juga seh. ya kan?? :p. Hingga tak ada prasangka berbeda.

Cinta itu menimbulkan taat dan patuh ada tolong menolong ada memahami terus menerus mengerti. Sesungguhnya ketika kita mencintai Allah maka Allah akan menumbuhkan cinta kasih kepadanya. Cinta memunculkan tindakan-tindakan untuk yang dicinta. Maka sesungguhnya pernyataan dan tindakan kita akan cinta kepada Allah akan sangat Berbeda ketika tindakan kita bukan atas nama cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah akan menumbuhkan kekuatan yang laur biasa bagi yang mencintaNya.

Metode Anti Kalah

Filed under: teman


tulisan ini terinspirasi peristiwa bebrapa hari yang lalu ketika ada seorang temen ada konflik.

Sebut saja mereka si A dan si B. keduanya adalah teman yang lumayan akrab. si A dan si B sedang mengalami konflik yang berkepanjangan. Si A menceritakan kepada saya bahwa si B gini, gini dan gini. Dia yang salah, dia lah penyebab dari konflik. Sedangkan si B pun juga mengatakan yang sama sebenarnya di A lah yang merupakan penyebab awal si A. Di saat saya lagi kebingungan maka akhirnya metode Anti Kalah ini yang akhirnya terpikir untuk menyelesaikan masalah.

Metode Anti kalah dimulai dengan mempertemukan antara si A dan si B kita tidak sebagai pendukung si A dan si B tapi kita hanya sebagai penengahnya. Metode ini memberi kebebasan untuk mengutarakan imajinasi masing-masing. Ketika si A mulai berbicara, si B dan kita hanya sebagai pendengar saja. Sebelum selesai berbicara tidak boleh ada yang menanggapinya. Kemudian bergilir si B.

Berjalannya pembicaraan itu, sebenarnya yang mencari penyelesaian adalah kedua belah pihak. Kita hanya sebagai perantara yang mempertemukan dan hanya memberi fasilitas saja. Jadi kedua-duanya merasa diperhatikan. Sistem win win solution. Win lose ato lose win hanya akan menyebabkan sifat dendam atau ada yang merasa tidak diperhatikan. Kalau lose lose, kalah semua. Dalam kurun waktu yang sementara, sesungguhnya masalah tersebut serasa sudah tidak ada, tapi sebenarnya masalah itu masih terpendam, tapi ketika ada pemicu masalah maka bisa jadi masalah itu akan semakin besar. "Ya sudahlah…". Kata ini berarti masih ada masalah yang belum terselesaikan. Sudah di sini tidak berarti tidak ada lagi masalah.

Ketika metode ini dilakukan maka kemungkinan besar memang kurang komunikasi adalah penyebab masalah tersebut berkepanjangan, keegoisan masing-masing ato ada pihak lain yang urun rembug yang malah mengacaukan masalah atau kita aja yang terimajinasi berlebih yang menyebabkan seolah2 kita memandang permasalahan itu menjadi semakin runyam.

memang yang menyelesaikan masalah sesungguhnya adalah yang punya masalah itu sendiri. KIta masing-masing pihak merasa percaya bahwa masalag itu akan selesai dan ada solusi terbaik maka selesailah semua.

Minta maaf saat kita merasa tidak bersalah akan sangat susah sekali. Coba kalau kita memberi ruang kepada orang lain untuk bisa saling mendengarkan, mengerti dan memahami maka InsyaAllah bisa terselesaikan. Jika keegoisan dan ketidakpercayaan yang melekat maka sampai kapanpun masalah itu akan terus menemani meski pakai perantara sekalipun.

Konflik itu hal yang sangat manusiawi. Jangan fobi akan masalah. Duh… mati dah aku gara2 ini, duh…harga diriku jatuh man… ato bahkan …lebih baik mati daripada aku harus seperti ini. So, possitive thinking atas masalah yang ada itu harus!!! Mudah-mudahan masalah itu membuat kita semakin arif, bijak, terbuka, lebih tanggap kepada orang lain dan lebih kuat lagi…. amiiin…

Takut akan Neraka Allah…

Filed under: Ngaji


Takut itu sesungguhnya hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Merupakan salah satu tangga keimanan adalah khauf. Khauf berarti takut kepada Allah, takut akan azab Allah. Takut untuk melakukan ma’shiyat kepada Allah.

Sahabat Rasulullah yaitu Umar bin Khatab, yang mana beliau terkenal dengan sosok yang kuat tak tertandingi. Siapapun yang berhadapan dengannya yang terpikir pertama adalah lari karena ketakutannya akan disakiti secara fisik olehnya. Ketika itu Umar sedang menuju pada kerumunan anak-anak yang sedang bermain bersama. Ketika anak-anak itu mengetahui bahwa Umar mendekat kepada mereka, maka yang dilakukan anak-anak itu langsung lari tanpa berpikir panjang. Ternyata, ada satu anak yang diam tanpa ada sedikitpun rasa takut kepadanya. Setelah Umar sampai di hadapan anak tadi, beliau bertanya, " Kenapa kamu tidak lari bersama teman-temanmu?". Anak tersebut menjawab:"kenapa harus lari, kenapa aku harus takut, sedangkan engkau juga manusia biasa, bukan penguasa atas hidupku, kalaupun aku mati di sini aku tetap bukan milikmu."

Terlihat benar pada perkataan anak tersebut bahwa bukan layak manusia ditakuti tapi takut itu adalah kepada Allah. Dialah yang menggenggam atas diri kita.

Dengan khauf ini kita akan patuh untuk berhenti jikalau di hadapan kita "lampu merah" larangan Allah menyala. Kalau saja kita berkendaraan bertemu lampu merah kita akan berhenti karena takut nanti akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, peringatan dari pak polisi, atau yang lain. Maka ketika Allah memberikan kita rambu-rambu lampu merah sebagai gambaran akan larangan yang tidak boleh kita langgar karena pilihannya hanyalah surga atau neraka maka kita sendirilah yang menetukan pilihan. Sesuai fithrahnya kita, pastilah kita ingin mendapatkan surga dengan tidak melakukan ma’shiyat dan larangan Allah.

"Tidak seorangpun yang keluar dari rumahnya, kecuali pintunya ada dua panji-panji, salah satu di antaranya berada di tangan Malaikat, sedangkan lainnya di tangan setan. Maka jika keluarnya itu untuk sesuatu urusan yang disukai Allah ‘azza wa jalla, maka ia akan selalu berada di bawah pani-panji Malaikat, samapi ia kembali ke rumahnya. Sebaliknya jika keluarnya itu untuk sesuatu hal yang dimurkai Allah, maka orang itupun akan diirngkan oleh setan dengan panji-panjinya. dan demikianlah akan selalu berada di bawah panji-panji setan, sampai ia pulang kembali ke rumahnya".(HR. Ahmad dan Thabrani, sanadnya Hasan).

Mana pilihan kita? Yang sebenarnya dalam jiwa itu terjadi peperangan. Kata hati kita menginginkan untuk mengikuti hal-hal positif kita. Tetapi lain sisi, ada dorongan dari setan untuk mengingkarinya. Ketika iman kita masih polesan, seringnya kita akan menuruti nafsu setan.

Jalan hidup ini sudah ditentukan mana yang baik dan mana yang buruk ketika hati kita menunjuk jalan yang baik, sedangkan selalu saja yang baik itu ada hambatan yang menuju, maka tak lain kita harus hati-hati. Jalan yang kita pilih untuk kita sebrangi atau kita lewati, pastikan kita akan aman melewatinya, aman untuk kita jalani yang mana jalan yang baik itu adalah sesuai apa yang diperintahkan dan atas petunjukNya. Bermohon kita akan petunjuk itu selalu ada untuk kita.

Ketika "kaki" hati kita terbelenggu untuk melangkah menuju "wilayah keinginan" yang kumuh dengan dosa dan ma’shiyat.

Ketika kita harus melewati jembatan kecil, apa yang akan kita lakukan kecuali harus berhati-hati. Oleh karena itu, ketika kita takut kepada Allah kita akan menjalani hidup ini dengan hati-hati karena kita tau akan resiko, sedangkan ketidak hati-hatian yang di hadapan kita adalah neraka Allah.

Kita memang harusnya sadar, dimanapun kita berada "Kamera Allah" selalu terarah tubuh kita. Sifat jaim itu bagus, tapi jangan hanya jaim di hadapan temen kita, di hadapan Allah jaimlah untuk melakukan laranganNya. Allah akan selalu melihat kita meski kita akan bersembunyi dimanapun, kamera Allah selalu mengikuti kita. Wah..andaikan saja kalau kamera itu tampak. Kita pasti akan jaim bener, karena apapun yang kita lakukan akan terekam dan tersiar langsung. Kita akan takut bukan hanya karena orang lain melihat kita langsung tapi karena kita takut bahwa apa yang akan kita lakukan akan mendapat pertanggungjawaban meski kebaikan atau kejahatan itu sekecil apapun.

Makanya kita akan selalu perhitungan dengan hidup ini. Kita hanya "melangkah" ketika segalanya terlihat "aman".

Subhanallah, ketika kita khauf ini ada dalam diri seseorang maka dia akan "menutup" rapat-rapat pintu rumah dari segala kemungkinan masuknya dosa, ma’shiyat, dan kesia-siaan ke dalam rumah kita.


Renungan:

Di balik dosa ada Neraka.


Seberapa dalamkah Neraka itu?

Menurut Hadits: bahwa jurang neraka itu sungguh dalam. Andaikan kerikil dari atas jurang Neraka itu terjatuh, maka akan sampai pada dasar Neraka selama 70 tahun.

Penghubung jurang itu ada Ash-Shirot (jembatan) yang harus kita lewati yang menentukan kita akan ke Surga ataukah ke Neraka.


Tidak ada seorangpun yang berani berbicara pada hari itu melainkan para Rasul, sedangkan ucapan mereka saat itu hanyalah "Allahumma Sallim…"–> Ya Allah, selamatkanlah umatku…..

–> Ya Allah, selamatkanlah umatku…..

neraka!!!!

May 3, 2007

Sop Pengantin, ati Ayam dan tahu telur…:D

Filed under: Dapur :D
SOP PENGANTIN

BAHAN :
1 ekor ayam kampung, potong 2 bagian putus
1,5 liter air
50 gram macaroni, rebus matang
2 batang wortel, potong
150 gram jamur kancing
6 sdm kacang polong
2 batang seledri
1 batang seledri
1 biji pala memarkan
1 sdm margarine
1 sdm minyak goreng
Haluskan :
5 butir bawang merah
1 sdt merica butiran
1 sdt garam
Taburan : bawang goreng

CARA MEMBUAT :

1 Rebus ayam dengan daun bawang dan seledri hingga lunak, angkat, daging ayam potong dadu sisihkan.  
2 Panaskan margarine bersama minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum, tambahkan pala, masukkan ke dalam kaldu dan rebus kembali.  
3 Setelah mendidih, masukkan wortel, jamur kancing dan kacang polong setelah sayuran matang, masukkan macaroni masak sebentar angkat.  
4 Siapkan mangkuk, sajikan hangat taburi dengan bawang goreng.
 

Untuk : 6 orang
==========================================================================
SUP ATI AYAM

BAHAN :
8 buah ati ayam
2 siung bawang putih haluskan
1 sdt garam dan 1/2 sdt merica bubuk
1/2 ekor ayam
1 batang daun bawang dan 1 batang seledri
1,5 liter air
1 sdm minyak goreng
2 siung bawang putih, haluskan bersama 1 sdt merica butiran dan 1 sdt garam
2 cm jahe memarkan
50 gram soun, rendam air hangat hingga lunak, tiriskan
50 gram jamur kuping, rendam air hingga mengembang dan lunak, tiriskan
2 batang wortel, potong menurut selera
50 gram sedap malam
12 butir telur puyuh, rebus matang, goreng
Taburan : bawang goreng, irisan daun seledri dan irisan daun bawang
Sambal kecap : 8 cabai rawit merah, 2 siung bawang putih, goreng, haluskan dan tambahkan 50 ml kecap manis

CARA MEMBUAT :

1. Ati ayam cuci bersih, tiriskan lumuri dengan bawang putih, halus, garam, ungkep diatas api sedang hingga matang, angkat, goreng sebentar, angkat.
2. Ayam cuci bersih, tiriskan. Rebus ayam bersama dan bawang dan seledri hingga ayam matang, angkat dan suwir-suwir sisihkan.
3. Panaskan minyak, tumis bawang putih halus hingga harum, masukkan ke dalam kaldu tambahkan jahe. Setelah mendidih masukkan wortel, jamur dan sedap malam, masak sebentar, angkat.
4. Siapkan mangkuk isi dengan soun, ayam suwir, telur puyuh, irisan ati ayam goreng, kuah dengan isiannya, taburi bawang goreng, irisan seledri dan daun bawang.
5. Sajikan hangat dengan sambal kecap.

Untuk : 6 orang
==========================================================================
Sup Tahu Telur

Bahan :
1 sdm minyak goreng
1 sdt minyak wijen
2 cm jahe, memarkan
3 siung bawang putih, memarkan
1,5 liter kaldu ayam
2 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk
1 ikat sawi hijau, potong-potong

Adonan tahu :
1 buah tahu putih besar, haluskan
100 gr udang cincang
1 sdm tepung sagu
1 butir telur
1 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk, dan 1 sdt gula pasir
10 butir telur puyuh, rebus matang, kupas.
Taburan : irisan daun bawang dan irisan seledri

Cara Membuat :

1. Adonan tahu : campur tahu dengan udang, sagu, telur, garam, merica, dan gula pasir, aduk rata. Siapkan mangkuk kecil/loyang pai kecil, olesi dengan minyak goreng.
2. Tuangkan adonan tahu ke dalam loyang, beri satu butir telur puyuh yang telah di rebus dan dikupas. Kukus selama 15 menit, angkat. Keluarkan dari loyang.
3. Kuah : Panaskan minyak greng dan minyak wijen. Tumis bawang putih hingga harum. Tuangkan ke dalam kaldu ayam, didihkan. Tambahkan garamdan merica bubuk, setelah mendidih, angkat.
4. Siapkan mangkuk, tata tahu, beri kuah dan taburi irisan daun bawang dan seledri.

Untuk : 4 Orang.

«« Previous posts    Next posts »»

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main