Kupu Kupu di Atas Kertas…

December 21, 2008

Dunia..yang sebentar ini penentu keabadian akhirat…

Filed under: Uncategorized
Tut..tut..tut keyboard merangkai kata-kata ini dengan ditemani lantunan syair yang indah

“dunia.. indah diciptakan menawan hati kadang menggoda…”

Crep…deg…deg…deg…
Terasa sesak menyindir dalam…
Menyemangati aku lagi untuk senantiasa mengoreksi niat, mengoreksi apa yang telah dan akan aku lakukan.
Dunia ini…
Inginkah kau tanyakan tentang diriku???
Untuk apa hidupku?

…jangan kalian tanya tentang hidupku. Ia adalah kehidupan yang penuh misteri…

Yang ku katakan adalah diriku dan hidupku akan berubah jadi lebih baik dan bermanfaat!!!

Sambil ku baca kisah-kisah sahabat. Mereka telah menyemangatiku. Subhanallah… ku tanya pada diri, bisakah ku seperti mereka? Setidaknya aku sedikit meniru semangat jihadnya, aku bukan hanya memikirkan diriku sendiri, tapi umat ini. Kesuksesan bangsa adalah kumulatif kesuksesan pribadi.

Akhirnya ku berpikir. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, penghuni neraka kebanyakan adalah kaum hawa. Sebegitunya perempuan-perempuan punya banyak potensi untuk melakukan kemaksiatan yang menyeretnya ke neraka. Sebaliknya perempuan yang sholehah, wanita yang sholehah akan menandingi bidadari surga.

‘Addunya mal’uunatun mal’uunun maa fiihaa illaa dzikrullahi wamaa walahu aw ‘aaliman aw muta’alliman. (HR. Tirmidzi)
Dunia itu dilaknat apa saja yang ada di diatasnya, kecuali dzikir kepada Allah dan apa saja yang mengiringi dzikir kepada Allah atau orang yang mengajarkan ilmu atau orang yang mencari ilmu. ( HR. Tirmidzi).

Yang dilaknat adalah syahwat kepada dunia. Tapi tidak salah kalau kita menginginkan dunia. So, memang harus hati-hati dengan urusan dunia. Kesenangan dunia sesaat tapi sungguh menipu.

Janganlah tertipu oleh dunia. Gunakanlah dunia untuk berdzikir kepada Allah.

“Ali kenapa kamu gemetar, sangat ketakutan dan mengapa menangis?” . “Karena sudah 3 hari ini tidak ada orang yang meminta pertolongan kepadaku”, jawab Ali. “ karena menolong adalah bagian dari amalan”, tambahnya.

Ya Allah, betapa kita sering kali tak sampai berpikir seperti Ali. Sungguh menjadi orang yang dibutuhkan adalah kebahagiaan tersendiri, karena ini insyaAllah akan mnejadi ladang amal bagi kita.

Punya HP, maka manfaatkanlah untuk sarana berdzikir kepada Allah. untuk sms tausiyah kepada temen2, sarana ukhuwah dan jihad. Karena ini juga akan mengiringi dzikir kepada Allah. Bukan HP untuk sapa sayang-sayangan lawan jenis yang bukan mahromnya. InsyaAllah, mini sadar akan hal ini kan?
Alangkah indahnya HP dengan nuansa ilmu. Sarana untuk berbuat kebajikan. Bisa jadi HP yang akan mengantarkan kita ke surga. Dan bisa jadi juga HP-lah yang akan mengantarkan kita ke neraka.

Juga ilmu yang merupakan harta tak ternilai dibanding yang lain. Menuntut ilmu dan berbagi kepada yang lain. Salah satu amalan yang tak terputus sampai nanti di akhirat, selain amal jariyah dan anak sholeh.

Bagaimana cara kita memahami hidup?
Hidup adalah kumpulan berbagai peristiwa. Jadi antara peristiwa dan hidup tidak dapat dipisahkan. Selama masih hidup maka akan terjadi peristiwa, baik itu peristiwa menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Hidup akan lebih bermakna ketika hidup itu banyak diwarnai dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kenapa demikian? Karena di balik peristiwa itu selalu ada makna dan terdapat dua hamparan, yaitu hamparan ke surga dan hamparan ke neraka.
Misalkan saja, ketika kamu mesti berangkat ke kampus, tiba-tiba ban sepedamu bocor. Pasti kamu waktu itu, sungguh-sungguh kerja keras, berpikir apa yang akan kamu lakukan supaya kamu bisa tepat waktu sampai kampus dengan sepedamu yang saat itu ternyata bocor. Kamu harus membawanya, menyurungnya sampai bengkel, padahal bengkelnya sejauh 3 KM, karena memang rumahmu masih termasuk terpelosok desa. Hingga akhirnya sampai juga kamu ke kampus. Sesampai kampus, kamu tak hentinya menceritakan kisah ban bocor tadi kepada temen2 sekelas.
Benar kan, akan ada perasaan yang beda ketika kamu berangkat dengan mulus dan ketika kamu berangkat dengan harus berjuang keras dengan ban bocormu.

Ada 4 macam orang terkait dengan peristiwa yang ia alami dalam hidup ini. Pertama, orang yang dipenuhi dengan peristiwa menyenangkan, yang mana mengantarkan ia ke surga. contohnya saja, Allah menganugerahi dirimu dengan suara indah yang kamu gunakan untuk adzan. Kedua, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan tetapi tetap mengantarkan dia ke surga. contohnya, ketika kita sakit, kita tetep berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya bersama sakitnya tadi. Dan bahkan bisa jadi surga orang kedua lebih luas daripada orang yang pertama. Ketiga, orang yang dipenuhi kesenangan dunia yang mengantarkan dia ke neraka. Contohnya, ketika dititipi oleh Allah dengan melimpahnya harta tapi harta itu ia gunakan untuk diri sendiri, suara indah untuk nyanyi di depan umum apalagi wanita dan itu hanya untuk pamer. Keempat, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan dan ditambah pula peristiwa itu mengantarkan dia ke neraka. Sungguh rugi sekali. Contohnya, saya kan ikhwah sudah tak punya apa-apa, betapa tidak adil sekali Allah memberi sakit. Yang akhirnya sholatnya jarang jarang. Contoh lain, orang yang tak punya yang suka mencuri.
Astaghfirullah…

Ketika hari-hari misal selama kos kekurangan uang. Betapa seringnya emosi ini mudah terpancing. Kadang sedih. Tapi ternyata mau sedih atau mau tidak sedih tidak akan mengubah, kalau kita tak bergerak. Maka dimulai dengan ikhtiar mencari sumber rezeki. Kalau kita mau berusaha, InsyaAllah Allah akan memudahkannya. Ini bukanlah permasalahan yang besar yang membuatmu berputus asa akan keadaan. Karena lihatlah orang di bawah yang belum beruntung bisa kuliah seperti kita. Kadang aku memang kasian juga. Kadang dia menangis. Maka, aku selalu mengajaknya untuk kontinu dalam shaum sunnah dan kalau bisa shaum dawud. Inilah yang akan menjaga hati, mengontrol emosi dan menenangkan pikiran. Semoga orientasi dan niatan puasa senatiasa untuk Allah SWT. Amiiin…
Smangat!3x… rajin!3x…

Dunia ini sungguh sangat sebentar dibandingkan nanti di akhirat yang abadi. Pilihan ada di tangan masing-masing kita. Memilih hamparan menuju ke surga atau hamparan menuju ke neraka. Sungguh ketika kamu bayangkan saja, hidup di dunia yang sementara saja ngerasanya lama juga. Apalagi di akhirat nanti yang abadi, tak terbayang.

Hai mini, selipkan di setiap doa-doamu memohon ampun dan petunjuk kepadaNya dan ikhtiarmu untuk berupaya menemukan jalan menuju ke surga. Kalau lagi susah, berikhtiarlah, bersabar dan bertawakallah kepadaNya.

Ya Allah tetapkan orientasi hidup ini bukan dunia tetapi agama ini.

Ya Allah, gulitakan hati kami dari segala pesona dunia agar kami terlena karena buaiannya, terangkan hati kami dari segala keindahan akhirat agar di hati ini tiada lagi rindu kecuali untuk bertemu denganMu.

Nikmatnya Pagi Hari

Filed under: Uncategorized

nikmatnya pagi hari…
tidak semuanya bisa menikmati pagi hari
dia begitu indah
kita bisa temukan diri sendiri di kala pagi hari
ketika memandang petala-petala langit yang luar biasa
membuka pintu-pintu rahmatNya
sepertinya kita mendengar doa-doa Malaikat dan melihat mereka
menyapa orang-orang tercinta 

gimana jika kita harus kehilangan???
kesibukan pada pagi hari
pagi yang cerah dan gairah untuk bergegas
bisakah kita mengganti amal2 yang tidak bisa kita lakukan pagi hari
bisa jawabnya…
ada banyak rentang waktu yang harus kita isi dalam hidup ini
bukan hanya mengisinya untuk menggantikan kekurangan di waktu lain
tapi karena setiap waktu punya kewajiban-kewajiban sendiri
tapi…
kalo kita dapat merasakan indahnya pagi 
maka nikmatilah 
dan jangan lewatkan…..

Friends…

Filed under: Uncategorized

Friends…

How are you??? 

Please pray for me…

May i be able to be better and better during staying in Pare…

 

So that I must survive and the important thing, may i be useful for the others !!!

June 18, 2008

Mengenang Rumah…

Filed under: Uncategorized

Mengenang hari raya…..

http://yesyookazzam.blogsome.com/2007/03/16/belajar-dari-potret-keluarga/

Kenapa blogsome ini kok ga aktiv insert html-nya ya???  

Agar bisa memimpin perasaan …

Filed under: Uncategorized
Ibu itu dengan begitu serius memandangku. Aku baru kenal. Beliau membelai tanganku. Seperti seorang ibu yang tak ingin kehilangan anaknya yang akan pergi jauh. Tanyanya, ”mbak sudah bisa seperti yang dikatakan ustadz?” . Suaranya sangat lembut dan sangat hati-hati. Seperti ingin mencurahkan isi hati dengan sejujur-jujurnya pada seorang sahabat karib. Aku hanya tersenyum. ”Saya belum bisa mbak…”, lanjutnya menjawab pertanyaannya sendiri. ”Iya bu, sungguh. Saya masih jauh. Tapi saya ingin sekali bisa ta’dhim dengan sebenarnya”. Beliau membalas dengan senyuman yang sangat manis. Teringat dengan ibu…

Ta’dhim yang berarti mengagungkan Allah, itulah perasaan standar yang harus ada dalam diri kita. Artinya diri kita bermakmum kepada Allah. Tidak ada sesuatupun yang memiliki keagungan yang melebihi keagungan Allah. Terkadang memang aneh, kita tidak sholat jama’ah padahal di dekat kita ada jama’ah dengan imam yang sholeh, bacaan bagus, dan ’alim. Ta’dhim adalah realita hidup yang mengantarkan manusia merasa hina, rendah, miskin, tak berdaya di hadapan keagungan Allah Ta’ala.

Perasaan adalah ungkapan jiwa yang terungkap lewat bahasa raga. Orang yang cerdas perasaannya akan berbeda sikap dan perasaan pada keadaan yang beda. Salah satu cara mencerdaskan perasaan adalah dengan membaca Al Quran. Membacanya sesuai dengan kandungan Al Quran. Ketika membaca neraka maka kita takut dan jika membaca surga kira bahagia dan sangat ingin mendapatkannya. Sungguh, diperlukan pemahaman akan arti ayat Al Quran. Seringnya, dalam membaca Al Quran kita datar-datar saja. Tapi tak mengapa, kita bisa membaca terjemahan dan tafsirnya jika belum memungkinkan untuk memahami secara langsung. Dan insyaAllah, jika diniatkan ibadah kepada Allah, maka termasuk ibadah dan bernilai pahala.

Pelajaran pertama :
Ibu hamil bisa memberikan pelajaran pada anak yang di dalam kandungannya tentang perasaan. Yaitu dengan memperbanyak bacaan Al Quran. Selalu mengharap surga, dan lain-lain. Itu lebih mudah dibandingkan memberikan pelajaran ketika sudah lahir apalagi sudah besar. Meski hanya untuk menyuruhnya sholat sebagai sebuah kewajiban. Orang tua bisa mengalami kesusahan. Karena ibu memiliki kedekatan perasaan yang lebih dibanding ayah.

Perasaan kita adalah pohon-pohon kecil yang kita tanam di hati kita. Suatu saat ia akan membesar berbunga dan memberikan buahnya untuk kita. Sebagian kita akan merasakan lezat manisnya perasaan kita. Senang, sedih, benci, rindu, cinta, itu semua adalah sebuah kenikmatan. Dengan syarat kita bisa bersahabat dengan perasaan kita sendiri. Tidak menyenangkan jika harus bermusuhan dengan perasaan sendiri. Uang hilang langsung sedih, bahagia punya pacar, dimaki sedih. Ga ada yang disikapi dengan kenikmatan.

Memimpin perasaan sama saja bagaimana agar perasaan menjadi kawan. Seseorang yang tidak punya uang tetap senang sebab ia punya kesempatan untuk berpuasa. Hidup manusia bagai sholat berjama’ah, ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Seorang imam yang sholatnya tidak sah, maka makmumnya juga tidak sah. Sebegitu pentingnya seorang pemimpin. Maka, hidup ini akan dinyatakan sah manakala dipimpin oleh imam yang sah.

Imam hidup kita adalah Allah. Caranya adalah dengan mengikuti Al Quran. Sedangkan makmum adalah perasaan-perasaan yang selalu hadir menyelimuti hati kita. Perasaan kita dikatakan bermakmum kepada Allah manakala seluruh perasaan kita sepi dan sunyi dari segala pengaruh makhluk. Kita boleh sedih karena kehilangan uang. Karena dengan uang hilang maka hilang kesempatan bershadaqah.

Mati-matian kita mencari dunia, sampai matipun kita tidak akan pernah memilikinya. Bagaimana agar dunia yang kita miliki menjadi jalan menuju akhirat / ladang kebaikan. Inilah kebahagiaan manusia langit.

Ya Allah…
Alangkah Maha Agung, Maha Besar, Maha Kuasa Engkau, dan alangkah lemah, kecil, kerdil, dan tidak berdayanya kami…
Sadarkan kami selalu bahwa seluruh yang ada di alam semesta ini tercipta karena Kuasa dan KehendakMu…
Buatlah kami selalu ridha pada semua ketentuanMu. Kami selalu berhuznudhan kepadaMu…
Agar kami menjadikan ridhaMu sebagai satu-satunya cita-cita dan tujuan hidup. Berharap hanya kepadaMu…
Tunduk dan patuh kepada ketentuanMu…

Malamnya aku bermimpi … Aneh …
Aku melewati masjid. Dan berkeinginan wudlu dan sholat disana. Tetapi ada seorang yang aneh. Selalu memandangku tak keruan. Aku jadi takut. Aku berlari tunggang langgang segera meninggalkan masjid itu. Aku mencari masjid lain. Akhirnya aku sholat disana. Kemudian aku meneruskan perjalanan. Ternyata aku terperangkap dalam jurang. Aku memanggil orang-orang di sekitar jurang. Aku meminta tolong. Karena aku tak ingin mati sia-sia masuk ke jurang.

Untungnya ada dua adik-adik, mungkin di bawah umurku. Ia melihatku, dan akhirnya membantuku naik ke atas. Aku berada di pesawahan. Setelah itu, seorang ibu yang berada tak jauh dari aku berdiri bersama adik-adik tadi. Aku semacam dilaporkan kepadanya. Istilahnya, adik-adik tadi menyerahkan aku kepada ibu tadi. Mungkin adik-adik berpikir, ibu tadi bisa membantu mencari solusi aku harus bagaimana di tempat yang asing bagiku. Tiba-tiba ia mengatakan kepada saya, ”Lebih baik mbak menikah”. Wagh! Aku kaget. Aku bertanya kepadanya, apa alasannya??? Ibunya menjawab bla bla bla. Seolah-olah ibu itu mengetahui keadaanku. Aku bertanya dalam hati, ”Dari mana ibu tau keadaan saya?”. ”Maaf, saya belum siap…bla…bla…bla…”. Namanya juga mimpi…

Yang bikin aku pengen ketawa saat teringat mimpi itu adalah ada dosenku dalam mimpiku. Loh! Mungkin dosen itu wajahnya yang paling jelas dalam mimpiku. Yang lain, lupa, atau ga pernah liat. Udah ga jelas. Perasaan, aku diajar bapaknya sekali doang. Dia merekomendasikan seseorang untuk menikah denganku. Sepertinya hasil rembukan pak dosen ma ibu tadi.
Perkataan dosen membuatku geli. ”Siapa tau dia beruntung mendapatkanmu atau kamu beruntung mendapatkannya atau sama-sama beruntung”. Ditambah dosenku agak ketawa. ”Apalagi kamu bla…bla…bla…. ”. Ditambah, katanya, ikhwan yang sholeh yang ia rekomendasikan. Wagh! Tambah kaget. ”Segera kirim biodata”, katanya.

Saat menghadapi seperti ini. Sepertinya aku terinspirasi kajian tadi. Bahwa tujuan hidup adalah mencari ridha Allah. Inilah yang aku katakan :
”Menikah bukan tujuan, tetapi washilah untuk mendapat ridha Allah…”
Aku tak ingin salah bertindak!!! Setelah itu, aku mengatakan, ”Boleh, akan saya pertimbangkan…”

Terbangun… :D

Sepertinya aku telah mengamalkan tausiyah ustadz dalam mimpiku. Hehe…(geli…)

Pelajaran kedua :
Mimpi itu ada tiga. Mimpi dari Allah. Mimpi dari syetan. Mimpi karena keinginan jiwa. Dan mungkin mimpiku karena keinginan jiwa. Karena sebelumnya aku mendapatkan tausiyah tersebut yang subhanallah… dan aku bersemangat sekali menularkannya kepada adikku. :-p.

Herannya, sering banget ngamalin kajian dalam mimpi. Kemana yang nyatanya???

Global Warming

Filed under: Uncategorized
Jumat kemarin, saya bersama adik-adik pengen nonton film. Karena lagi bingung and hampir lupa. Akhirnya mencari yang deket saja. Padahal butuhnya jam 9, tapi pagi-pagi belum dapat filmnya. Akhirnya aku ke rumah temenku abis shubuh langsung kesana. Dapet film dokumenter ”global warming”. Karena aku belum pernah nonton, so aku sekalian nonton di kosnya. Acara molor juga. Maklum, pada ga jelas pada bisa dateng atau tidak. Sekitar jam 10 kami berangkat. Saking semangatnya, kita jalan dari jalan besar ke tempat yang ingin dituju. Kondisi adik-adik pada laper. Sampai ga tega melihat gelagat laparnya. Masalahnya sebelum berangkat, mereka ga sarapan. Terlalu berhuznudhan bakalan sampai lokasi cepet dan mengharapkan dijamu. Sudah ga kuat lapernya, kami membeli gorengan di jalan. Kami juga beli minuman, saking hausnya. Dalam hatiku, ”wah pas banget kalau kondisi kayak gini nonton ”global warming”. Pelajaran pertama: kalau bertamu, jangan terlalu mengharap ada jamuan makan. Karena saking mengharapkannya, ya begitulah. Jadi laper, jadi habisin uang banyak buat beli jajan di jalanan, jadi kecewa jika ternyata tak dijamu. Karena mengharapkan orang lain itu bisa mengecewakan dan merugikan diri sendiri. Kami sering berhenti di jalan. Entah di ronda buat makan gorengan. Entah minum es, dan kalau capek kami berhenti melepas lelah. Kami sempat nyasar. Ternyata, adik yang ngakunya tau tempat yang kami tuju. Lupa. Bener-bener lupa. Dan ketika sms tuan rumah, ternyata dia ga tau juga alamat kami nyasar. Duh… Muter-muter ga jelas. Kami akhirnya dapet jemputan dengan telp dan sms yang lumayan lama. Nyampai deh… Tak ada kegiatan yang lebih berhak diprioritaskan kecuali menghadap Rabb. Kami sholat dulu baru melanjutkan acara inti. Setelah sholat, mungkin adik-adik pada laper semua. Seperti kucing liat ikan. Langsung pada serbu. Ya ampuun… Tak ada kultum, dilanjutkan nonton film. Nah, inilah acara inti ”nonton film”!!!. Pada tidur semuaaa… Ternyata, aku yang sudah nonton harus cerewet supaya mereka tak tidur. Sebagian kecapekan jalan dan memang sudah kenyang. Suatu kondisi yang sangat cocok untuk tidur. Tetep saja mereka pada tidur. Cuma tinggal empat orang. Ya tdk apalah. Sudah semangat gini mereka tetep ga begitu dunk filmnya. Tambah harus cerewet. Layaknya film itu mengundang mereka sedikit mikir. Baru setelah CD ke dua diputer mereka terlihat tertarik. Lebih mudah dipahami. Semakin mereka tanya sana sini. Semakin seru. Dan inilah pesan terakhir film tersebut (bagi yang belum menonton): Kalian siap mengubah gaya hidup kalian? Kunjungi www.climatecrisis.net Sebenarnya kalian bisa mengubah gas emisi menjadi Beli peralatan hemat energi dan bola lampu Ubahlah thermostat anda, dan pakailah thermostat berwaktu…, ntuk mengurangi energi untuk pemanasan dan pendinginan… Lindungi rumah dari cuaca, tingkatkan insulasi, kurangi pemakaian energi. Daur ulang Jika kalian bisa, belilah mobil hibrida. Jika kalian bisa, jalan atau naik sepeda. Jika kalian bisa, naiklah kereta dan kendaraan umum. Beritahu orang tua kalian untuk tidak menghancurkan dunia yang akan kalian tinggali. Jika kalian adalah orang tuan, bergabunglah dengan anak-anak kamu untuk menyelematkan dunia yang akan kalian tinggali. Ganti dengan sumber energi yang bisa diperbaharui. Telepon PLN, tanya apakah mereka menawarkan energi ramah lingkungan. Jika mereka tidak punya, tanyakan kenapa. Berikan suara kepada pemimpin yang berusaha mengatasi krisis. Tulis surat ke kongres. Jika mereka tak mendengarkanmu. Calonkan diri jadi anggota kongres. Tanamlah pohon yang banyak. Bicaralah pada komunitasmu. Telepon radio, tulis surat ke media atau surat kabar. Tekan Amerika untuk mengurangi emisi CO2. Ambil bagian dalam perjuangan sedunia untuk menghentikan pemanasan global. Kurangi ketergantungan kita pada minyak luar negeri. Bantu petani menanam tanaman penghasil bahan bakar biologis. Tingkatkan standar ekonomis bahan bakar, minta emisi lebih rendah dari kendaraan bermotor. Jika kau percaya pada doa, berdoalah bahwa orang-orang akan menemukan kekuatan untuk melakukan perubahan. Seperti pepatah Afrika kuno, ”Aku berdoa, gerakkan kakimu”. Ajak semua orang yang kau kenal untuk menonton film ini. Pelajari sebanyak mungkin mengenai krisis cuaca. Lalu terapkan pengetahuan yang kau miliki. (tanpa editan dari terjemahan langsung) Mungkin ini akhir dari acara inti. Kami foto-foto tak penting sepertinya. Tapi inilah dokumentasi yang menarik. Ga begitu puas awalnya tapi berakhir dengan lebih seru. Ya, lebih mending. Mungkin ini awal yang baik bagi kami dan semoga kami pun dapat mengambil pelajaran dan bisa mengamalkan isi dan pesan film tersebut. Tak ada ruginya kalian menonton, bisa membuka wawasan dan kesadaran pikiran. Apalagi bisa mempraktikkan :p.

Hanya satu aib saja???

Filed under: Uncategorized
Kalau saja Allah membeberkan semua aib kita, bagaimana jadinya? Untungnya, hanya segelintir saja yang dibeberkan. Masalahnya, meski hanya satu dua yang diungkap, tak sedikit yang merasa sebagai orang yang paling menderita. Harga diri telah diinjak-injak banyak orang karena merasa difitnah. Kalau memang benar? Masalahnya juga, kita sering mencari aib orang lain dan ingin membeberkannya. Memang kita harus bisa membedakan fitnah dengan ’aib’.

Allah pastinya ”tertawa” kepada hamba yang mudah putus asa. Alhamdulillah, terima kasih. Memohon kepada Allah, dan ucapkanlah terimakasih kepada orang sebagai perantara Allah yang telah mengungkap aib kita. Berdoalah dan memohon ampun kepada Allah, bukan dengan membalas dengan doa yang kurang baik kepada orang tersebut karena kita merasa dihina. Lebih baik menjadikan hal tersebut sebagai jalan kebaikan. Karena sengaja atau tidak, pasti kita juga pernah membuka aib seseorang atau mendoakan seseorang dengan kurang baik.

Gambarannya, ketika kita naik sepeda motor dan melewati jalan becek tak sengaja terciprat pada orang di sebelah kita yang sedang berjalan. Pernah berpikirkah, orang tersebut akan mendoakan kita dengan doa yang baik meski kita sebenarnya tidak sengaja?

Seorang aktivis yang dikatakan pandai berbicara, pinter ini itu, ternyata setelah diundang sebagai pembicara sebuah acara dan mengharuskannya membacakan beberapa ayat Al Quran bacaannya ”kacau”. Hanya karena itu, banyak yang kecewa dan baru tahu kelemehannya. Kepercayaan itu akhirnya lama kelamaan mulai memudar. Hanya karena satu aib saja yang dibeberkan oleh Allah.

”Alhamdulillah, Astaghfirullah… Terima kasih atas pemberitahuannya, teman…”. Mungkin selama ini kita tidak sadar bahwa sebenarnya yang dikatakan ”aib” tersebut adalah hal-hal yang harus kita perbaiki. Sebagai sebuah evaluasi diri. Betapa hinanya kita. Betapa tingginya Allah. Kita tak berhak untuk angkuh. Harusnya kita malu… malu, pada Allah. Malu karena kita bukanlah apa-apa.

Ketika kita bisa berinfaq dengan jumlah yang besar. Itu bukanlah kebanggaan yang harus disebar-sebarkan. Uang yang kita infaqkan itu adalah dari Allah. Allah memberikan uang tersebut sebagai amanah untuk kita. Kita sudah diberi kepercayaan untuk bisa memposisikan uang tersebut. Ketika kita bisa membantu orang yang secara finansial kurang, belum tentu kita lebih mulia darinya. Kita hanya sebagai perantara. Minimal, apakah kita sudah melaksanakan amanah-amanah dari Allah?

Syukur ini hanya terungkap ketika kesempitan menyelimuti
Itu pun hanya sebaris puisi saja
”Tuhan, Alhamdulillah atas semua ini…”
Tapi, ketika kelapangan yang ada
Apalagi puisi…
sekedar mengingat saja kadang tak ada
Inikah kita?
Apakah harus ada ujian yang sangat hebat
tapi, sanggupkah?

Rasulullah yang sangat mulia…
Memilih dalam kesempitan dibanding kelapangan.

Rasulullah dihina dimaki
Tetap tersenyum
sedangkan kita…???
Balik memaki dan…

Rasulullah pernah bersabda tentang dirinya:
Wahai manusia, siapa saja dari kalian atau dari kaum muslimin, apabila diitmpa musibah hendaklah mengukur musibahnya dengan musibahku, akrena sesungguhnya tidak ada dari umatku setelah aku yang ditimpa musibah melebihi musibahku”. (Ibid., dikutip dari Ibnu Majah, 1599. haditsnya menjadi shohih karena ada hadits-hadits pendukungnya. Bersumber dari hadits Aisyah).
Yang harus kita lakukan adalah bagaimana untuk terus memperbaiki diri. Dakwah itu lebih mudah diterima jika kita sendiri sudah bisa diterima oleh obyek dakwah, sudah dipercaya. Sambil berdakwah sambil memperbaiki diri. Senantiasa berdoa agar selalu mendapatkan perlindungan dari segala keburukan dan diberi kemudahan.

Sungguh, jalan dakwah ini lebih menyenangkan
Meski kata orang berat
Itu adalah tantangan!

Sering sekali menganggap yang kita lakukan
Ini adalah dakwah… Ini semua karena dakwah… Ini dakwah…
Yang mungkin hanya luarnya saja yang berlabel dakwah
Astaghfirullah…
Tetap tak kan menyerah!

Dengan alasan ini…
bisa sering mengirim puisi cinta

Cinta?
Mungkin tak pantas karena diri sangat hina
Tapi ingin…
Dan memang tau
Engkau pasti akan membalas
Kami tak kan pernah kecewa dengan semua ini

Ya Allah, jagalah hambaMu ini…

Ah sampai kemana-mana…

May 8, 2008

Hm…Pusing….&^%^$%#

Filed under: Uncategorized

Knp nih?#%@@$%^$&
Yakin, aku lagi pusiiiiing…
Pusing….
Pengen nulis mpe bingung mo nulis apa coba….
Tidaakkk….
Halah…!!!:D

March 4, 2008

Yuks….

Filed under: Ngaji

Menghafal Al Quran adalah amanah yang tak diberikan kepada sembarang orang

SEMANGAT!!!!

February 27, 2008

Untuknya…

Filed under: Curhat

“Wah mbak, nanti kita wisudanya bareng dunk…!”

Begitulah yang aku katakan kepadanya. Aku memang sudah berencana lulus 3,5 tahun. Tapi, ya begitulah. Ternyata aku tak bisa menyelesaikan skripsiku dengan tepat sesuai target.

19 Februari 2008 kemarin ia telah mengenakan ”toga”. Ia sebentar lagi akan pergi dari Jogja…

Kurang lebih 1,5 tahun sebelum ”Zahwah” pindah ke Jakal km 5 kami bersama. Kemarin baru saja ”Y” meninggalkan Zahwah untuk menjalankan amanah lain. Selasa, 26 Februari 2008, ada yang meninggalkan Zahwah lagi. Benar, sekarang dia sudah pergi meninggalkan Jogja.

Kenapa tiba-tiba aku merasa sangat kehilangan??? Sepulang dari Teka-Teki Silang, sudah ada yang menjemput di depan Zahwah. Taxi dengan bapak yang begitu sabar membawa barang bawaan yang begitu banyaknya. Berpelukan, mendoakan, mengharukan memang. Tak tau kenapa aku tiba-tiba menangis juga. Mbak…

Ayuk Sholat…sholat…!!!”. ingat ga kata-kata itu teman. Rajin sholat malam, bacaan tilawah, puasa, ah banyak lah. Kalau cerita antusias sekali. Ketawa yang unik, lucu ya…

Selamat jalan Bu guru… (calon Bu guru)

Semoga keinginan mbak yang pernah mbak ceritakan waktu itu akan terwujud mbak. Kami mendoakan mbak…

Memang…

Aku tak begitu mengerti tentang seseorang. Tapi, Allah selalu menganugerahkan ia. Hingga aku mencintai dan menyayanginya. Itu semua tanpa alasan. Entah…

Mbak, i miss u…

Kapan mbak nikah? Diundang ya? InsyaAllah, kalau diijinkan, saya akan datang…

Semoga mbak mendapatkan suami sholeh… Amiiin…

Perasaan itu membuatku hingga ingin sms temen2.

Asw. (nama temen). I miss u…

Dengan tanggapan yang sangat lucu. Seneng, sedih, ingin ketawa…hahaha…

Malahan aku ngasih temen2 referensi kerja. Eh yg pertamanya kaget jd tambah semangat kagetnya:p.

Doa yang ingin sekali saya ucapkan adalah…

Mini ingin nanti di akhirat bertemu dengan kalian semua… di Jannah-Nya… Amiiin…

Ya Allah…

    Next posts »»

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main