Kupu Kupu di Atas Kertas…

May 19, 2007

Hilangnya Kesadaran Akal

Filed under: Muda...


Pernah ga waktu kita pergi ke toko, pasar, swalayan, dkk. kita suka terlena karenanya. Halah, jangan bohong deh. Apalagi kaum hawa yang lebih tidak ada cuek dalam penampilan. Yah, meski ga semuanya. Ketika melihat jilbab lucu, cantik, unik, kamu akhirnya melupakan yang lain. Saat sebenarnya kamu belum membutuhkannya. Padahal dompetmu sebenarnya juga menipis, dengan alasan nanti ga ada lagi model kayak gitu. Kamu tiba-tiba langsung terbius untuk membelinya. Dan ga sadar kalau kamu ga bisa pulang nge-bus gara2 uang abis, untungnya kamu bawa motor sendiri. Harusnya memang kita mesti dewasa. Pandai membedakan dan memanage kebutuhan dan kesenangan.

Lagi-lagi bila kamu type yang kurang teratur, ga pernah pake planning sebelum membeli. kadang2 juga seh, meski dah pake planning, sudah susah2 nyatet di kertas kecil akhirnya ga kepake karena sudah terlanjur jatuh hati ma tu jilbab. Intinya adalah kesenangan kita yang terlalu berlebihan. Selain contoh itu, misal ketika kamu lagi bener2 laper, disodori makanan, maka langsung tuh kamu lahap makanan yang ada di depan kamu. Eh, ga make basmalah, ato sabar dikit kek. Satu sendok langsung telen. KOk ga sendok sekalian yang ditelen. Ketika kamu dah lulus, eh langsung ditawari kerja menggiurkan lagi gajinya. Coba kamu mpe lupa ga mikir2, langsung deh ambil tuh jabatan. Ga peduli nanti selanjutnya kayak gimana. Dapet tawaran jadi manajer pula misalnya, langsung ngiler itu mending, kalau pingsan gimana coba. Kan punya jabatan juga harus tau konsekuensinya.

Kadang juga kita hilang kesadaran akal karena rasa tidak senang yang berlebihan. Misal ketika kita lagi kena musibah. Bilang ALLah ga adil, ga sayang lagi ma kita, maki2 semua orang deh. Yah, imannya lagi goyah tuh. Padahal apa yang menimpa kita belum tentu itu adalah kecelakaan bagi kita, kerugian bagi kita, lha nanti setelah kena musibah, tiba2 kamu dapet pekerjaan enak, seneng ga? Kamu malah semakin deket denganNya, enak ga? Kamu akan semakin kenal dengan temen2 kamu yang pada senang hati jenguk kamu, seneng ga? Memang manusiawi sih, ketika dapet musibah langsung sedikit putus asa. Rasanya dunia tidak bersabat dengan kita. Rasanya kita adalah orang yang paling menderita. Tapi ga semuanya gitu kan? Kamu ngaku orang beriman ga?

Uhu…uhu…nilai ujian jelek. langsung semester depannya nyontek. Eit, jangan man. nanti nyesel kayak aku waktu kelas 6 SD dulu. Gara2 nyontek seluruh tetangga2ku, temen2ku, guru2ku wah semuanya tau. palagi ortuku, aduh,,,, aku malu banget deh. Cukup waktu itu, tapi gara2 itu aku jadi semangat belajar. Yah, ya jangan langsung balas dendam sebelum berubah jadi baik, harus nyontek dulu, puas2in gitu.

Nilai jelek, langsung putus asa, nilai jelek langsung menyendiri. aha… Mau kayak gitu? Sori banget deh, ga ikut2an deh, kamu nanti yang bakalan rugi.

Uang abis nyuri, aha… anak kampus kok nyuri, udah gedhe kok masih lugu. Uang abis kok nangis, uang abis kok ambruladul. Ga banget ya. Makane ayuk kita belajar bisnis, meski kecil2an, key man…

Putus cinta nangis, mau bunuh diri, banting2 HP, ihi… ga jantan banget seh. hari gini masih pacaran. Nanti kalau ga jadi nikah sama dia, nanti lebih kecewa lagi. Yang jantan tuh, ga pake pacaran2. Mereka bisa mandiri tanpa pacaran. Sekarang ini yang aku ketahui tentang pacaran tidak ada selain berlagak kayak anak kecil, masih ada sifat tergantung yang terlalu mendalam, padahal belum nikah. Masak mo beli makan aja mesti minta tolong, mo tidur ada harus nina bobok dulu, sudah bobok belum sayang, mau makan perlu direminding sama orang lain. Belum nikah dah keliatan ga mandiri gitu. Harga diri mo dikemanain tuh. Masak kita akan memposisikan diri sendiri sebagai orang yang lemah. Padahal kalo nikah itu, berusaha untuk saling melengkapi, memanage perbedaan, bukan sekedar saling menanggung. Yuk, belajar mulai saat ini juga. Makane jangan pacaran deh, nambah2 dosa.

Makanya kalau seneng jangan berlebihan, kalau ga seneng juga jangan berlebihan. Selalu mendekatkan diri kepadaNya, selalu berdzikir kepadaNya, menyerahkan semua urusan kepadaNYa, dan jangan putus asa, terus berjuang man. Bisa2 kena penyakit hilang akal tuh. Kan rugi sendiri. Setan itu suka sekali sama orang-orang yang berlebih-lebihan loh. So, mau jadi temen setan? hayah…


Biarlah mereka bersenag-senang dengan kekasih mereka, aku bahagia bisa bersenang-senang denganNYa.


Bisa jadi yang kamu sukai itu lebih baik. Malah bisa jadi yang tidak kamu sukai itu adalah lebih baik menurut Allah.


Setiap kali melangkah, mulut berucap, telinga mendengar, mata melihat, tangan berbuat, tetapkanlah hati ini berada dalam petunjukNya untuk meresponnya.

wallahu a’lam

May 9, 2007

Menuju disahkannya Perda Pondokan

Filed under: Muda...

Jogjakarta terkenal dengan kota pelajarnya memiliki banyak sekali ragam suku yang masuk ke dalamnya. Mereka menimba ilmu di sana, apalagi banyak sekali PT dan PTS di jogja ini memiliki persaingan yang ketat. Lebih dari 40 PTN dan PTS atau kurang lebih 45 PTN dan PTS di daerah Sleman saja. Tak heran kalau di jogja menjadi incaran banyak sekali pencari ilmu dan banyak sekali menumbuhkan lowongan usaha yang menggiurkan bagi masyarakat, baik mengenai tempat tinggal, warung makan, dll.

Ketika dulu sebelum meniatkan diri untuk kuliah di jogja, sudah pikir-pikir panjang. Dengan alasan bukan sekedar karena jauh dari Blora, keinginan orang tua, tapi juga penasaran ketika mendengar bahwa lebih dari 90% mahasiswi di jogja sudah tidak perawan lagi. Ya, memang penasaran, meski banyak sekali temen2 yang kurang setuju karena masuk UGM dengan system pendidikan di UGM yang sudah otonomi itu harus bayar2 mahal cuman masuk MIPA, statistika lagi, knapa tidak Teknik atau Kedokteran saja. Tapi, karena aku memang suka matematika dan tidak menginginkan masuk teknik ataupun kedokteran dan tak mau aku melirik PTN di daerah lain. Gila, kalau aku masuk kedokteran memang aku bisa bayar? Memperjelas alasanku tetap memilih UGM di Statistika dan akhirnya sekarang aku sudah terlanjur jatuh hati kepadanya.

Penasaran akan hal itu ternyata terjawab pada kos-kosanku yang pertama. Keherananku pada awal melangkahkan kaki ke kos-kosan membuatku sedikit percaya akan penelitian tersebut, sampai hari-hariku lalui malah semakin menambah kepercayaan tersebut. Banyak sekali hal-hal yang sebelumnya bahkan aku tak mengenal aku jadi akrab mendengar, melihat akan ma’shiyat tersebut. Entah, tapi alhamdulillah, semoga aku bisa jaga diri. Dan alhamdulillah, ada banyak ruang yang membantuku melawannya.

Teori tentang pemilihan sample dalam penelitian menunjukkan bahwa penentuan jumlah sample dan pemilihan sample haruslah tepat. Ketika penelitian itu dilakukan sudah tentu mengenai pemilihan sample dan jumlah sample pun haruslah tepat. Mengenai kevalidan dan reliabilitasnya. Maka tetap aku yakin bahwa tidak mungkin penelitian itu dilakukan pada semua populasi. Tidak mungkin bisa dan mau karena akan sangat membutuhkan waktu, biaya, tenaga, dan pemikiran yang sangat menyita. Sudah pasti dipilih sample yang bisa mewakili populasi. Halah, dulu kan mikirnya penelitian itu dilakukan pada semua populasi seluruh warga jogja. Yah, dulu kan buta ma statistika penelitian. Hehehe… jadi jelas dunk ada pondokan yang jauh dari itu semua. <!–more–>

Sebab pula karena dalam penelitian oleh bapak Iip Widjayanto, yang menyimpulkan bahwa lebih dari 90 % mahasiswi jogja sudah tidak perawan lagi. Mengagetkan mungkin. Inilah yang membuat para orang tua yang ingin menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di jogja menjadi was-was. Tak lama kemarin juga telah ditangkap teroris di daerah Sleman. Betapa latar belakang ini sudah sedikit banyak mendukung untuk segera disahkannya Perda pondokan.

Pondokan yang semakin menjamur dan tanpa ijin pendirian ini yang semakin meresahkan. Mereka yang punya rumah meski kecil tetap diadakannya kamar-kamar kecil untuk usaha pondokan atau kos-kosan.

Yang jelas ketika nanti sudah disahkannya Perda tersebut tidak mempersulit usaha untuk mendirikan kos-kosan alias pondokan tapi untuk menertibkan, semacam nanti ada laporan. Malah ijin pendirian pondokan akan dipermudah, bukan berarti karena alasan lebih mudah, pemilik pondokan langsung sembarangan, tetapi tetap harus mematuhi aturan yang ada dalam perda pondokan tersebut. Ijin pondokan dipermudah dengan aturan-aturan yang jelas dan syarat aturan tersebut harus diikuti, juga lebih selektif dalam memilih calon penghuni pondokan.

Sebelumnya memang pernah ada semacam aturan pondokan seperti itu. Tapi karena belum diperdakan maka belum bisa intensif , hanya sebatas kesepakatan antara RT dan RW saja. Terlihat adanya aturan jam kunjung pada tiap-tiap kos-kosan.

Aturan yang belum diperdakan sepertinya tergantung juga pemilik pondok. Mereka kadang terlalu cuek akan keadaan kos-kosan. Hubungan antara pemilik dan penghuni hanya sebatas transaksi penginapan. Tak lebih. Makanya yang akhirnya semakin lama karena memang pondokan semakin menjamur maka terjadi banyak sekali hal-hal yang tidak dinginkan, seperti pergaulan bebas, pencurian, dan sebagainya.

Harapan banyak sekali dengan nanti disahkannya PerDa pondokan. Para masyarakat akan mengikuti aturan tentang pondokan/penginapan/kos-kosan/kontrakan, dll, masyarakat yang jauh dari sleman yang menitipkan anaknya akan lebih nyaman dan lega dengan adanya aturan yang jelas tentang pondokan, hubungan antara anak pondokan, pemilik pondokan dan warga sekitar bisa lebih harmoni, tentram dan terlihat sekali keindahannya bukan sekedar tegur sapa saja dan lagi yang sedikit meresahkan adalah untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan bagi para remaja atau mahasiswa karena sex dan pergaulan bebas.

Saya sendiri yang tinggal atau menjadi warga Sleman, untuk saat ini sangatlah mengharapkan dan setuju dengan adanya PerDa Pondokan. Karena yang sekarang terjadi adalah kos-kosan yang memiliki kebebasan total, sering juga tidak ada pantauan dari pemilik kos-kosan dan RT, RW atau warga sekitar menjadi bagian dari kemakshiyatan yang semakin meraja lela. Senang jika kos-kosan banyak. Tapi membuka tempat makshiyat banyak sekali akan sangat menyedihkan.

Raperda yang dibuat oleh Tim PanSus Perda Pondokan mendapatkan sambutan positif dari Pemerintah daerah sleman yang disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sleman Drs Sri Purnomo atas perbincangannya dengan Ketua Pansus Perda Pondokan Pak Ahmad dalam sebuah acara di salah satu station radio di yogyakarta.

PerDa dapat dibaca di :

http://www.hukum.jogja.go.id/upload/PD_th_2003_no_4_ttg_Penyelengg_Pondokan.pdf

dukungan dan partisipasi dari seluruh pihak di sleman akan sangat membantu dalam pelaksanaan perda tersebut.

    

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main