Kupu Kupu di Atas Kertas…

May 8, 2007

Takut akan Neraka Allah…

Filed under: Ngaji


Takut itu sesungguhnya hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain. Merupakan salah satu tangga keimanan adalah khauf. Khauf berarti takut kepada Allah, takut akan azab Allah. Takut untuk melakukan ma’shiyat kepada Allah.

Sahabat Rasulullah yaitu Umar bin Khatab, yang mana beliau terkenal dengan sosok yang kuat tak tertandingi. Siapapun yang berhadapan dengannya yang terpikir pertama adalah lari karena ketakutannya akan disakiti secara fisik olehnya. Ketika itu Umar sedang menuju pada kerumunan anak-anak yang sedang bermain bersama. Ketika anak-anak itu mengetahui bahwa Umar mendekat kepada mereka, maka yang dilakukan anak-anak itu langsung lari tanpa berpikir panjang. Ternyata, ada satu anak yang diam tanpa ada sedikitpun rasa takut kepadanya. Setelah Umar sampai di hadapan anak tadi, beliau bertanya, " Kenapa kamu tidak lari bersama teman-temanmu?". Anak tersebut menjawab:"kenapa harus lari, kenapa aku harus takut, sedangkan engkau juga manusia biasa, bukan penguasa atas hidupku, kalaupun aku mati di sini aku tetap bukan milikmu."

Terlihat benar pada perkataan anak tersebut bahwa bukan layak manusia ditakuti tapi takut itu adalah kepada Allah. Dialah yang menggenggam atas diri kita.

Dengan khauf ini kita akan patuh untuk berhenti jikalau di hadapan kita "lampu merah" larangan Allah menyala. Kalau saja kita berkendaraan bertemu lampu merah kita akan berhenti karena takut nanti akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, peringatan dari pak polisi, atau yang lain. Maka ketika Allah memberikan kita rambu-rambu lampu merah sebagai gambaran akan larangan yang tidak boleh kita langgar karena pilihannya hanyalah surga atau neraka maka kita sendirilah yang menetukan pilihan. Sesuai fithrahnya kita, pastilah kita ingin mendapatkan surga dengan tidak melakukan ma’shiyat dan larangan Allah.

"Tidak seorangpun yang keluar dari rumahnya, kecuali pintunya ada dua panji-panji, salah satu di antaranya berada di tangan Malaikat, sedangkan lainnya di tangan setan. Maka jika keluarnya itu untuk sesuatu urusan yang disukai Allah ‘azza wa jalla, maka ia akan selalu berada di bawah pani-panji Malaikat, samapi ia kembali ke rumahnya. Sebaliknya jika keluarnya itu untuk sesuatu hal yang dimurkai Allah, maka orang itupun akan diirngkan oleh setan dengan panji-panjinya. dan demikianlah akan selalu berada di bawah panji-panji setan, sampai ia pulang kembali ke rumahnya".(HR. Ahmad dan Thabrani, sanadnya Hasan).

Mana pilihan kita? Yang sebenarnya dalam jiwa itu terjadi peperangan. Kata hati kita menginginkan untuk mengikuti hal-hal positif kita. Tetapi lain sisi, ada dorongan dari setan untuk mengingkarinya. Ketika iman kita masih polesan, seringnya kita akan menuruti nafsu setan.

Jalan hidup ini sudah ditentukan mana yang baik dan mana yang buruk ketika hati kita menunjuk jalan yang baik, sedangkan selalu saja yang baik itu ada hambatan yang menuju, maka tak lain kita harus hati-hati. Jalan yang kita pilih untuk kita sebrangi atau kita lewati, pastikan kita akan aman melewatinya, aman untuk kita jalani yang mana jalan yang baik itu adalah sesuai apa yang diperintahkan dan atas petunjukNya. Bermohon kita akan petunjuk itu selalu ada untuk kita.

Ketika "kaki" hati kita terbelenggu untuk melangkah menuju "wilayah keinginan" yang kumuh dengan dosa dan ma’shiyat.

Ketika kita harus melewati jembatan kecil, apa yang akan kita lakukan kecuali harus berhati-hati. Oleh karena itu, ketika kita takut kepada Allah kita akan menjalani hidup ini dengan hati-hati karena kita tau akan resiko, sedangkan ketidak hati-hatian yang di hadapan kita adalah neraka Allah.

Kita memang harusnya sadar, dimanapun kita berada "Kamera Allah" selalu terarah tubuh kita. Sifat jaim itu bagus, tapi jangan hanya jaim di hadapan temen kita, di hadapan Allah jaimlah untuk melakukan laranganNya. Allah akan selalu melihat kita meski kita akan bersembunyi dimanapun, kamera Allah selalu mengikuti kita. Wah..andaikan saja kalau kamera itu tampak. Kita pasti akan jaim bener, karena apapun yang kita lakukan akan terekam dan tersiar langsung. Kita akan takut bukan hanya karena orang lain melihat kita langsung tapi karena kita takut bahwa apa yang akan kita lakukan akan mendapat pertanggungjawaban meski kebaikan atau kejahatan itu sekecil apapun.

Makanya kita akan selalu perhitungan dengan hidup ini. Kita hanya "melangkah" ketika segalanya terlihat "aman".

Subhanallah, ketika kita khauf ini ada dalam diri seseorang maka dia akan "menutup" rapat-rapat pintu rumah dari segala kemungkinan masuknya dosa, ma’shiyat, dan kesia-siaan ke dalam rumah kita.


Renungan:

Di balik dosa ada Neraka.


Seberapa dalamkah Neraka itu?

Menurut Hadits: bahwa jurang neraka itu sungguh dalam. Andaikan kerikil dari atas jurang Neraka itu terjatuh, maka akan sampai pada dasar Neraka selama 70 tahun.

Penghubung jurang itu ada Ash-Shirot (jembatan) yang harus kita lewati yang menentukan kita akan ke Surga ataukah ke Neraka.


Tidak ada seorangpun yang berani berbicara pada hari itu melainkan para Rasul, sedangkan ucapan mereka saat itu hanyalah "Allahumma Sallim…"–> Ya Allah, selamatkanlah umatku…..

–> Ya Allah, selamatkanlah umatku…..

neraka!!!!

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://yesyookazzam.blogsome.com/2007/05/08/takut-akan-neraka-allah/trackback/

  1. wah…ke blog mbak neraka.ke blog adek syurga^_^
    hayo…dah siap blom?syurga/neraka_NYA yang kakak pilih?
    yang pasti syurga_NYA ya…
    yuuks..mbak kita perbaiki diri

    Comment by adek — May 12, 2007 @ 6:04 am

  2. hehehe…takut khan???
    OK deh..biar ada penawarnya, coba tak liat blognya tentang “surga…”
    ;)… saling mengisi…:)

    Comment by mini — May 14, 2007 @ 2:20 am

  3. semoga kita semua termasuk dalam golongan yang selalu mempersiapkan diri menuju surga Allah swt..
    biar kita lebih/semakin siap untuk mempersiapkan diri, silahkan telusuri links berikut:
    http://orido.wordpress.com/2006/08/12/hotd-surga-dan-neraka/
    http://orido.wordpress.com/2006/12/04/hotd-siksa-kubur/
    http://orido.wordpress.com/2006/05/22/hotd-kebaikan-dan-kejahatan/

    semoga berguna..
    :-)

    Comment by oRiDo — May 14, 2007 @ 5:04 am

  4. jazakallah link2nya…
    Saya suka banyak refenrensi dan suka baca2 juga :)

    Comment by yesyookazzam — May 16, 2007 @ 3:40 am

  5. syurga itu haq, neraka itu haq dan kematian itu haq serta kiamat itu juga haq.oleh karena itu pikirkanlah kehidupan setelah kematian.kehidupan di dunia ini hanya nyanyian yang melenakan.

    Comment by eliya — May 26, 2007 @ 5:14 am

  6. diantara kedua ujung shirot ada neraka jahanam yang memiliki kait yang akan mengait setiap orang yang akan melewatinya. terkait tidaknya seseorang sangat tergantung pada hasil amal sholeh didunia. setiap amalan harus mengikuti sunnah. jangan tercampur dengan subhat dan sahwat

    Comment by nana suryana — August 12, 2008 @ 4:05 am

  7. Salam, saya saudara dari Malaysia,
    bagus pengisiannya…
    mohon izin copy ke dalam blog saya…
    boleh ya..
    Jazakallahu khairan Kathiro

    Comment by Muhammad Hafiz — November 9, 2008 @ 1:25 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

    

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main