Kupu Kupu di Atas Kertas…

March 16, 2007

Belajar dari Potret Keluarga

Filed under: Uncategorized

Sore itu aku ke tempat temenku. Wah… tempatnya asri banget. Baru pertama kali aku ketempatnya. Subhanallah, berbagai hiasan yang mengantarkan suasana ukhrawi membuatku semakin terkagum-kagum. Karena banyak sekali. Sederhana tapi berarti.
Aku berhenti ketika melangkahkan kaki ke tangga atas. Kulihat foto saudara-saudaranya dipasang satu-satu mulai dari satu sampai terakhir. Foto bareng keluarga juga. Buanyak sekali, keluarga besarlah. Aku bener-bener jadi iri. Sepulang dari tempatnya aku mengambil foto bareng keluarga. Jadi teringat moment itu. Indahnya…

Inilah mulai belajar dari sebuah potret keluarga. Coba ambil salah satu potret keluarga yang kamu bawa, lihat mendalam, seksama. Maka itu akan memberikan kekuatan, sebuah komitemn yang tumbuh yang insyaAllah ingin kita wujudkan.

Semua tersenyum bahagia. Benar kan? Mana mungkin ketika difoto tiba-tiba kamu ngambek. Kalaupun ekspresinya lucu tapi akan tetap menyiratkan makna bahagia dan senyum. Ketika melihat satu demi satu dalam hati kita berkata, wah keluarga yang paling bahagia. Bahkan orang lain yang melihatnyapun akan merasakan hal yang sama. Akan mengatakan bahwa keluarga di foto ini bahagia ya, lucu, menyenangkan. Usaha kita apa coba kalau bukan ingin sekali tidak hanya difoto terlihat bahagia, tapi sejatinyapun keluargaku adalah keluarga yang bahagia.

Coba lihat lagi, seragam ga? Wah, pasti dunk. Terlihat ga ada yang mau beda. Pasti  saling berebutan tempat. Pengen yang paling depan, atau pengen yang ekspresinya paling bikin orang tersenyum dan tertawa. Masak ketika mo foto bareng kita pengen beda? Pasti kita akan pengen terlihat kompak.

Liat lagi teman. Terlihat utuh!!! Yeee, pasti ketika mo foto keluarga kita ga pengen ketinggalan dunk. Atau bahkan ketika sadar ada yang tertinggal, kita jadi bertanya-tanya, wah, si ini dimana? Yuk..panggil supaya foto bareng yuk. Kayak gitu khan? Tak ada yang membiarkan ada yang ga ikut. Meski untuk mencocokkan waktu suapaya bisa kumpul semuanya susah tapi semua harus utuh harus lengkap. Kadang-kadang saking banyaknya anggota kelurga bisa jadi sampe 3 tingkat. Dalam satu keluarga sering diskusi bareng, masak bareng, bagi-bagi kerja. Nyari waktu agar bisa foto-foto bareng. Wah..senengnya…

Foto yang ada tak hanya mengenalkan kepada orang lain, ini loh keluargaku. Pasti ketika itu juga agar komitmen bagaimana agar selalu membuat keluarga bahagia yang tak hanya difoto itu, tumbuh dan terwujud.

Alangkah nikmatnya bisa beribadah bareng… subhanallah ^_^. Ketika melihatnya alangkah senangnya karena utuh itu memberikan energi bagi kita agar jangan sampai ada keadaan yang membuat keluarga berceraiberai. Bagaimana cara membuat keluarga tetap utuh.dari situ jelas bahwa ternyata kebahagiaan kita tidak direkayasa. Coba missal kamu mengajak salah satu tetanggamu ada di foto keluargamu agar bisa dibilang keluarga yang utuh karena satu dari saudaramu masih kerja di tempat yang jauh? Tetap akan ketahuan khan kalau itu tetangga kita. Tidak bisa menipu.

Bagaimana agar kekompakan itu sampai nanti membawa bersama-sama ke surga. Keutuhan, utuh, yang tak ada satupun yang terpisah. Karena sesungguhnya fitrah kita itu ingin selalu berkumpul.
Coba ketika salah satu ada yang mau wisuda. Serombongan keluarga ingin memberikan selamat, ingin menghadiri acara wisudanya. “ selamat, sudah lulus, semoga sukses”, dsb. Inilah sebuah persiapan. Yaitu sebuah persiapan yang jauuh tak kalah penting. Persiapan diwisuda oleh Allah. Ucapan selamat wisuda dari Allah. “jadi apa ya Allah?”. pasti yang kita inginkan jadi ahlul jannah (ahli surga). Amiiin…
 
Bagaimana mempersiapkannya. Ayo bagi calon abi dan umi. Mencari ilmu untuk kesana. Mencari dan mempersiapkan criteria, memaknai cinta Allah yaitu cinta yang sejati. Menikah jadikanlah solusi. Jangan kahwatir stock akhwat sholehah dan ikhwan sholeh itu insyaAllah masih banyak.:). Maka jadilah stock yang sholeh/ah.:).

Bagaimana agar kehidupan keluarga bahagia, kompak, utuh baik di dunia maupun di akhirat. Menyelamatkan keluarga agar terhindar dari neraka. Bagaimana agar kompak. Karena sesungguhnya kompak itu indah apabila ada dalam keseharian kita. Menciptakan pasukan yang sholeh dan kompak sehingga tak gentar dalam rintangan apapun.

Sebuah cita-cita untuk sukses dalam keluarga. Keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Keluarga yang bahagia dunia akhirat.

Kita coba mulai sekarang, yang deket dengan kita. Missal temen kos, kalau kita kos. Wah,,, subhanallah… ini loh kos-kosan paling kompak. Kos-kosan Zahwah misalnya, yang kompak man…hehehe…

Selamat berjuang!!!.

March 13, 2007

Hadirkanlah Suasana Ukhrawi…

Filed under: Ngaji

Orang yang tidak beriman tidak akan bahagia menerima musibah.
Dalam QS. Al-Hajj:11
 
 

Tak jarang juga, untuk melakukan ibadah orang perlu nunggu, dalam arti bahkan dalam diri kita sendiri mungkin, ketika memperoleh kesusahan, kesulitan, musibah, ujian tak jarang kita baru tersadar akan pentingnya untuk meminta pertolongan. Positifnya, bahwa subhanallah, Dialah Allah, Dzat yang Maha Menolong, Yang Maha Pemurah, Maha Pemberi Kemudahan.
 
   = tidak ada pilihan lain…
Tidak ada pilihan lain selain Allah tempat kembali…berserah diri kepadaNya…
Bagaimana kita memperbaharui iman yang tidak dipahami sebagai membuat hal yang baru dalam iman tetapi mengembalikan sesuatu kepada asalnya.
Kalau dalam istilah yang pernah kita dengar misalnya gerakan pembaruan Islam, ini berarti gerakan untuk mengembalikan Islam kepada asalnya.
Dan ini(kata beliau) dengan mengabarkan ilmu-ilmu Iman diantara kaum muslimin.
Sebagai contoh, bagaimana seseorang bisa menanam jagung dengan baik jika tanpa ilmu? Bagaimana seseorang bisa merasakan indahnya Islam jika tidak tau tentang Islam itu sendiri?Iman bisa tumbuh dengan memahami dan melakukan ilmu-ilmu tentang iman, dengan melakukan penerapan hukum-hukum agama.
Islam mencakup segala hal. Semua solusi ada pada Islam. Menikah merupakan bagian dari hukum agama, tapi jangan asal nikah aja. Kalau tau dari segi psikologis atau persiapan nafkah belum ada, bukan berarti nikah langsung dapat diterapkan, jika ternyata nikah akan membawa masalah yang jauh lebih besar. Nah, di sini berarti nikah bukan suatu solusi, solusinya adalah shaum.
Ketika melihat orang lain terlihat murung, kita langsung bisa menangkap kesedihannya akan masalah yang dihadapi missal, susahnya adalah ketika kita bertanya tentang apa yang sedang dipikirkan, dia menjawab atau memang dia bener-bener ga tau apa yang membuatnya susah. Wah, malah akhirnya serba susah dunk. Inilah terutama masalah penerapan hukum agama untuk diri sendiri terkadang masih susah. Kalau penerapan hukum agama dalam diri sendiri mudah, jalannya jd enak deh… Wah,,, yang berarti no problem, kita dalam kondisi aman. Masalahnya, sering kita susah menerapkan pada diri sendiri. Mudah, ketika kita menyuruh orang lain untuk sholat lail misalkan saja, tapi susah ketika kita ingin menerapkan sendiri. Kenapa ini terjadi?
Inilah, perumpamaanya bahwa lahan – ditanami – pohon – berkembang dengan baik. Pohon dalam hal ini adalah iman dan tanah atau lahan tersebut adalah hati (qolbu). Jika lubang berpindah, apakah jagung tertanam dengan baik? Jelas tidak.
Kalau kita tau apa usul arti   (qolbun) yang berarti berbolak-balik.
Hati sebagai kolam karena suka berbolak-balik.
Nah, inilah artinya ilmu itu harus integral. Menanam jagung tidak cukup hanya tau ilmu tentang jagung tapi juga ilmu tanaman, ilmu tanah, dsb. Demikian juga iman, paham akan iman, letak iman dalam hati.
Mungkin dalam setiap diri kita memang harus ditugasi yaitu membuat hati tidak berbolak-balik. Salah satu solusinya adalah menghadirkan suasana yang disukai oleh hati yaitu hadirkan suasana ukhrawi.
Pertanyaannya sekarang adalah gimana menghadirkannya sedangkan ukhrawi itu bersifat abstrak? Inilah cocoknya, ukhrawi abstrak sedangkan hati juga abstrak, maka akan sangat pas. Karena keabstrakannya itu, sekarang bagaimana suasana ukhrawi itu dihadirkan dalam suasana yang konkrit yaitu suasana yang bisa dilihat dengan mata, didengar oleh telinga yang akhirnya hati bisa merasakannya. Maka ini dapat kita lakukan, misalnya, mendengarkan ayat suci Al-Quran. Yang mana pada saat yang bersamaan meninggalkan suasana duniawi yang membuat hati tidak cocok. Ini bukan berarti kita tidak boleh sedikitpun menyentuh duniawi, karena kita hidup di duniawi maka kitapun harus bisa menaklukannya dalam artian kita sendiri tidak dikuasai duniawi. Kalau misalkan majalah Islami dengan iklan jilbab, nah apakah kita lebih tertarik melihat orangnya ataukah jilbabnya?
Bisa dikatakan bahwa hati laksana ikan, jika ikan dikeluarkan dari air bagaimana? Ikan dikeluarkan dari habitatnya gimana?
Hati adalah habitat suasana ukhrawi, maka bagaimana dengan suasana duniawi yang bisa mempengaruhi hati. Kalau ada yang bilang, “meski dia tak menghadirkan suasana ukhrawi, dia tetap tenang kok? Maka ini bisa digambarkan seperti ikan yang tenang yang keluar dari habitatnya. Tenang berarti ikan sakit atau mati. Ini artinya bahwa hati tersebut sakit atau bahkan bisa jadi mati.
Hadirkan suasana ukhrawi yang bisa dilihat, segala hal yang subhanallah di kamar kos-kosan missal yang bisa menghadirkan suasana ukhrawi yang bisa dilihat. Hadirkan juga  suasana ukhrawi yang bisa didengar seperti mendengarkan hafalan Al-Quran atau nasyid. Yah, kalau nasyid mah jangan mengalahkan Al-Qurannya. Karena kadang nasyidpun menyebabkan terlena juga. Ketika seorang akhwat mendengar nasyid, wah, yang dilihat mesti covernya, eh sapa yang nyanyi ini ya. Hehehe….. soale kayak gitu juga sering aku alami. Penasaran dgn munsyidnya. Hahaha… asal ga berlebihan, dalam arti sekedar tau khan gapapa ya…atau kita karena saking asyiknya kita lupa waktu sholat, dsb.
Semoga dengan selalu menghadirkan suasana ukhrawi itulah hati kita akan senatiasa terjaga. Hati akan terpanggil melakukan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan. Amiiin…
 (Al-Hajj:35)

March 5, 2007

Hadits 14

Filed under: Uncategorized

Mengapa sedekah sangat susah? Ini jawaban ada pada masing-masing pribadi.
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berkata benar atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka hendaknya memuliakan tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya memuliakan tamunya.
Subhanallah, hadits inilah yang mendasari akan pentingnya bermuamalah. Kenapa mesti dikaitkan dengan hari kiamat karena sesungguhnya semua amal ada pertanggungjawabannya. Ketika seorang muslim telah beriman, maka akan nampak padanya akhlak yang baik. Karena memang muslim yang paling baik imannya adalah muslim yang paling baik akhlaknya baik itu perkataan ataupun perbuatan.

Orang dikatakan sholeh bukan hanya dia ahli ibadah kepada Allah, tetapi juga ia mampu menjaga hubungan baik antara ia dengan masyarakat. Dua-duanya tak dapat saling menghilangkan. Jika tak lengkap maka bisa dikatakan imannya kurang sempurna. Celaka jika ia hanya hubungan dengan Allah saja tanpa berumalah, rugi jika ia bermuamalah tanpa ibadah dari sisi kemanusiaannya, akan terasa kurang himahnya.
Nama yang mencakup apa saja selama dicintai Allah, selama diridloi Allah baik perkataan maupun perbuatan itulah yang disebut ibadah.
Maka berkatalah yang benar atau diam. Kalau hanya memberi kritik bukan solusi maka kurang benar. Tapi sebaliknya, ketika ada kebatilan kita kok diam maka kita seolah-olah seperti orang bisu.

Dalam surat Q.S. AnNisa:114, bahwa tak ada kebaikan dari bisikan-bisikan mereka kecuali  untuk mengajak dalam 3 hal : memerintahkan orang untuk sedekah, mengajak orang lain kepada kebaikan dan mendamaikan orang yang berselisih.
Kenapa yang diperintahkan pertama kali bukan da’wah tapi sedekah? Karena memang Islam mengajarkan kepada aplikatif bukan teroritis semata dan inilah yang bisa menyelesaikan problematika umat. Hasan al Basri pernah ditanya oleh seseorang, apa yang menyebabkan kehancuran Islam. Maka beliau tidak menjawab langsung ke akhlak, tapi bahwa ketamakan pada hartalah yang menyebabkan. Lalu apa yang bisa mengokohkan dunia, maka qona’ah (menerima apapun pemberian Allah dalam hal rizqi).

Mengajak kepada kebaikan juga ada caranya. Inilah yang bisa menyebabkan dakwah sukses atau tidak. Untuk sukses maka mengajak di sini berarti mengajak kepada kebaikan yang sudah dikenal masyarakat. Contohnya saja, mengajak sholat, zakat, haji, sedekah, dll yang sudah mereka kenal. Bukan langsung mengatakan : ayo tegakkan khilafah, mengatakan tentang bid’ah yang belum mereka kenal.
Iman seseorang tidak pernah lurus jika hatinya belum lurus. Hati belum lurus jika perkataanya belum lurus. Dalam beberapa kalimat dalam Al quran.

March 4, 2007

About Kupu-kupu di atas kertas

Filed under: Uncategorized

Kupu-kupu di atas kertas…

terinspirasi akan cantiknya kupu-kupu

sebuah perumpamaan seorang wanita yang akan mengukir sebuah kisahnya. Kupu-kupu yang hinggap pada bunga yang harum dan mewangi. Kupu-kupu sebagai lambang kecantikan, bukan hanya cantik luar tapi juga dalam, kecantikan hatinya. Kupu-kupu dengan metamorfosenya yang sempurna, sebuah tahapan untuk belajar menjadi wanita sholehah. kupu-kupu yang cantik, feminim, yang mampu mengukir generasi muslim penegak bendera Islam, melahirkan seorang mujahid-mujahid di jaman ini. Semoga…:)

sebuah tahap untuk mempersiapkan segalanya menghadapNya menjalin kasih denganNYa dan ketika seorang wanita sudah waktunya untuk menjalin kasih dengannya karenaNya…

kertas inilah sebagai lambang bahwa kisahnya akan dimulai,apa yang dicitakan, apa yang akan dipilih…

Smangat!!!

NB:harusnya tak taruh di halaman utama ya…

 

Alhamdulillah……

Filed under: Kampus

Alhamdulillah…

akhirnya komputerku bisa lagi…

terakhir dihubungi oleh salah satu pembimbing KPku, bapak Bambang tepatnya.Kukira aku ga bakalan ditelp. Memang bapaknya baik banget :) . dari 3 pembimbing ( Pak bambang, Pak Sardjono, Pak Rupadi) KPku di sana, yang satunya pak Wahyu sudah pindah kerja. Beliau termasuk yang selalu memberikan aku banyak sekali masukan dan bantuan. Mulai dari meminjamkan aku berbagai macam buku, menjawab semua pertanyaan-pertanyaan aku, membimbingku dan lain-lain. Dan 2 pembimbing lainnya pun tak kalah baiknya, selalu membimbingku. Banyak sekali kesan yang pasti di antara mereka semua. Meski banyak kerjaan sumpek, dan sesuatu yang kadang membuat pekerjaan itu jadi berat. tapi tetep saja mereka tersenyum dan menyambut itu semua dengan lapang dada. Bahwa itu memang tugasnya, meski terutama di kepala bagian kontrol lapangan, harus kerja mpe lembur di lapangan, seperti halnya pak bambang. tapi tetep saja beliau menunjukkan bahagianya. Aneh juga aku kok ditelp ya. bukannya harusnya aku yang nelp. menanyakan tentang laporan KPku. Dikiranya aku dah di Blora lagi:). dengan senang hati beliau menawarkan komputer di kantornya buat nyelesaiin laporan KPKu, karena kubilang komputerku lagi ada masalah. Sampai ngobrol panjang lebar tentang kondisi beliau yang sebenarnya masih belum fit karena 2 minggu ini beliau harus ke rumah sakit. Hmmm… besok senin insyaAllah beliau bisa kerja lagi.

kesanku di sana nyaman, enak , asyik dan penuh tantangan. Berbagai orang dengan karakter kerjanya yang berbeda-beda. Hmmm… para pegawai di sana, alhamdulillah, masalah Ibadah tak kalah pentingnya. Yang selalu berbagi pengalaman juga. sempet juga aku dibilang salah satu satpam di sana,bahwa aku anak HT karena pakaianku..:)

mengenai temen-temen KPku di sana aku sempet kaget karena ga ada yang cewek. Yups, banyak sekali wejangan dari temen2 MIPA, bahwa "aku harus bisa mewarnai" dan banyak lagi.Yups, menjadi pusat perhatian banyak orang itu pasti. dalam waktu berapa hari. No.HPku dah menyebar dari para pegawai mpe temen-temen KP. Yang kadang ga ngenakin juga dgn SMS yang aneh2. yah..gpplah…:)

yang kudenger dari salah seorang temen juga. setelah aku pulang KP, ada 2 anak geofisika yang KP di sana.

Tantangan untuk aku jelas. bahwa aku sebagai statistisi ( ceileee…) dan di sanapun banyak anak ekonomi. Kata dosenku juga, bahwa kita harus beda dengan anak manajemen. jangan sampai kita klik SPSS, minitab, R, S-Plus, dsb, ga tau dasarnya, ga tau ilmunya. Yah… menyenangkan dah bisa menerapkan statistik. Benar bahwa…

aku pengen sekali kesana. Chayoo mini cepet selesaiin laporan KPmu.

Salahku kenapa aku ga ada laporan sementara ya dulu:D. 

Yang pasti aku harus cepet-cepet nyelesaiin. All about KPku dah bisa diselamatkan. Ya Allah bantulah mini…:)

SMANGAT!!! SMANGAT!!! SMANGAT!!!

hari-hari dengan senyum manismu…..:)

March 3, 2007

Untungnya kmrn ga ada cerita, mini masuk RS gara2 pake sepeda nabrak orang…hehehe…

Filed under: Curhat

 Alhamdulillah…

“ hoiiii…!!!” masih kuberteriak supaya yang nyebrang itu segera menarik diri ke tepi jalan. Eh tak disangka malah dia maju mundur terus yang akhirnya membuatku terpaksa menabraknya.

Sebenarnya kalo inget ya pengen ketawa soale mase berphose kayak mo ditabrak apaaa gitu. Dengan ekspresi kayak mo difoto dengan ekspresi tangan yang kayak mo nangkap bola dan mulutnya yang menganga pula, dia langsung berteriak.

“ Mbaaak!!!”

Bruk!!!Aku dan sepedaku serempak jatuh. Ku liat anak SMA 1 tadi juga ikut terjatuh.

“Maaf mbak, maaf mbak”.

Aku langsung dibantu berdiri ma dia dan 2 temen putrinya. Aku bernafas agak ngos-ngosan karena aku agak kaget dibuatnya, meski sebenarnya ya ga kenapa-kenapa. Bukan karena apa-apa ya. Cuman aku agak sakit di sikuku. Tapi aku kaget aja. Langsung aku dibantu berdiri. Tapi aku agak terdiam sejenak. alhamdulillah. Dari belakangku juga tak banyak kendaraan. Tapi yang kulihat di trotoar itu. Waduh, aku ternyata menjadi pusat perhatian banyak orang apalagi di depan SMA pas.

Gimana enggak, wong orang mo nyebrang aja ga liat-liat malah asyik ngobrol bener.

“Iya gapapa, tapi kalo nyebrang jangan banyak ngobrol2nya ya :D ”.

“Iya, maaf mbak.”

“Maaf juga ya.”

“Waduh mbak aku yang salah.”

Dalam hatiku, hehehe aku iki juga dah lama ga make sepeda:D.

Masih malu juga… aku langsung pergi meninggalkan mereka. Dari kejauhan aku mencoba melirik ke arah mereka. Kulihat sudah ga rame lagi dan normal lagi. Wagh!!! Ternyata mereka masih melihatku seperti itu. Hehehe…wong aku gapapa kok. Hahaha…

Mpe rumah tak ceritain ma mbak kos yang punya sepeda. Hahaha… ketawa pula soale ga bisa bayangin masnya waktu tak kasih tau phose waktu mo ketabrak.

“ Untung ga apa-apa dan ga ada cerita, mini di rumah sakit gara2 naik sepeda nabrak orang”

Alhamdulillah…

Jadi inget waktu SMA, desa tempat kosku jadi heboh karena ada berita menyebar. Mini SMA 1 naik sepeda ditabrak motor.

Kalau dulu bener2 aku sampe ga nyangka juga. Wong waktu mo nyebrang lorong kosku, padahal waktu tak liat di belakangku dah ga ada motor dan dirasa dah aman mo nyebrang. Eh tiba-tiba ada “motor balap” melaju dengan cepatnya. Hingga menabrakku. Aku bener-bener ga bisa berpikir banyak. Yang pasti, aku langsung dibawa ke rumah deket jalan. Ternyata sepedaku yang rusak. Dan bener rusak. Tapi… aku merasa bersalah juga. Aku nyebrang kurang canggih.tapi itu semua bukan kehendakku.

Alhamdulillah…aku gapapa. Cuman, kaki dan tanganku yang banyak memar dan lecetnya.

Huuu…. Aku jadi ga enak. Semua orang deket kosku pada ke tempat aku diselamatkan. Aku dibawa langsung ke kos. Karena aku menolak dibawa ke RS. Dan menolak menghubungi bapak ibu di rumah. Waduh, sampe segitunya. Yang pasti, sampe banyak orang yang sudah membantuku termasuk tetangga2ku.

Yang aku ga habis pikir. Bapak kosku mo membawa kejadian ini ke sidang. Gubrak!!! Aku denger tetangga2ku bersama bapak kosku ngobrol2 di ruang tamu. Waduh!!! Tapi aku ga bisa berbicara keras. Aku cuman minta ma adik2kosku kalo ga usah terlalu heboh aja. Ya ampuuun… si temen yang nabrak aku ternyata anak SMA 2. kulihat dia begitu lemas dan merasa bersalah banget mpe ga tega ngeliatnya. Ternyata dia sendiri bapaknya hakim. Mpe dia memohon ma orang-orang dikosku agar masalah ini ga dibawa ke sidang dan dia bersedia mengganti sepeda dan perawatanku…

Astaghfirullah… ini bukan juga ajang untuk mencari uang dan bukan ajang untuk menyalahkan orang yang ga sengaja bersalah. Dalam hatiku bilang ke bapak kos. Mungkin saking sayangnya tetangga2ku juga. Ceileee….

Aku ga ingin dikhawatirka sampe segitunya. Mungkin mereka ga pernah menemukan mini sakit kali ya… padahal aku pernah typus parah juga…

Hehehe…aku besoknya ga masuk sekolah.

Mini ga masuk sekolah??? Serasa orang yang paling rajin tiba2 jadi bikin heboh SMA juga. jd inget masa2 SMA…

Hehehe…..

Dikhawatirkan orang ga enak juga ya, jd kayak anak kecil :D

    

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main