Belajar dari Potret Keluarga
Sore itu aku ke tempat temenku. Wah… tempatnya asri banget. Baru pertama kali aku ketempatnya. Subhanallah, berbagai hiasan yang mengantarkan suasana ukhrawi membuatku semakin terkagum-kagum. Karena banyak sekali. Sederhana tapi berarti.
Aku berhenti ketika melangkahkan kaki ke tangga atas. Kulihat foto saudara-saudaranya dipasang satu-satu mulai dari satu sampai terakhir. Foto bareng keluarga juga. Buanyak sekali, keluarga besarlah. Aku bener-bener jadi iri. Sepulang dari tempatnya aku mengambil foto bareng keluarga. Jadi teringat moment itu. Indahnya…
Inilah mulai belajar dari sebuah potret keluarga. Coba ambil salah satu potret keluarga yang kamu bawa, lihat mendalam, seksama. Maka itu akan memberikan kekuatan, sebuah komitemn yang tumbuh yang insyaAllah ingin kita wujudkan.
Semua tersenyum bahagia. Benar kan? Mana mungkin ketika difoto tiba-tiba kamu ngambek. Kalaupun ekspresinya lucu tapi akan tetap menyiratkan makna bahagia dan senyum. Ketika melihat satu demi satu dalam hati kita berkata, wah keluarga yang paling bahagia. Bahkan orang lain yang melihatnyapun akan merasakan hal yang sama. Akan mengatakan bahwa keluarga di foto ini bahagia ya, lucu, menyenangkan. Usaha kita apa coba kalau bukan ingin sekali tidak hanya difoto terlihat bahagia, tapi sejatinyapun keluargaku adalah keluarga yang bahagia.
Coba lihat lagi, seragam ga? Wah, pasti dunk. Terlihat ga ada yang mau beda. Pasti saling berebutan tempat. Pengen yang paling depan, atau pengen yang ekspresinya paling bikin orang tersenyum dan tertawa. Masak ketika mo foto bareng kita pengen beda? Pasti kita akan pengen terlihat kompak.
Liat lagi teman. Terlihat utuh!!! Yeee, pasti ketika mo foto keluarga kita ga pengen ketinggalan dunk. Atau bahkan ketika sadar ada yang tertinggal, kita jadi bertanya-tanya, wah, si ini dimana? Yuk..panggil supaya foto bareng yuk. Kayak gitu khan? Tak ada yang membiarkan ada yang ga ikut. Meski untuk mencocokkan waktu suapaya bisa kumpul semuanya susah tapi semua harus utuh harus lengkap. Kadang-kadang saking banyaknya anggota kelurga bisa jadi sampe 3 tingkat. Dalam satu keluarga sering diskusi bareng, masak bareng, bagi-bagi kerja. Nyari waktu agar bisa foto-foto bareng. Wah..senengnya…
Foto yang ada tak hanya mengenalkan kepada orang lain, ini loh keluargaku. Pasti ketika itu juga agar komitmen bagaimana agar selalu membuat keluarga bahagia yang tak hanya difoto itu, tumbuh dan terwujud.
Alangkah nikmatnya bisa beribadah bareng… subhanallah ^_^. Ketika melihatnya alangkah senangnya karena utuh itu memberikan energi bagi kita agar jangan sampai ada keadaan yang membuat keluarga berceraiberai. Bagaimana cara membuat keluarga tetap utuh.dari situ jelas bahwa ternyata kebahagiaan kita tidak direkayasa. Coba missal kamu mengajak salah satu tetanggamu ada di foto keluargamu agar bisa dibilang keluarga yang utuh karena satu dari saudaramu masih kerja di tempat yang jauh? Tetap akan ketahuan khan kalau itu tetangga kita. Tidak bisa menipu.
Bagaimana agar kekompakan itu sampai nanti membawa bersama-sama ke surga. Keutuhan, utuh, yang tak ada satupun yang terpisah. Karena sesungguhnya fitrah kita itu ingin selalu berkumpul.
Coba ketika salah satu ada yang mau wisuda. Serombongan keluarga ingin memberikan selamat, ingin menghadiri acara wisudanya. “ selamat, sudah lulus, semoga sukses”, dsb. Inilah sebuah persiapan. Yaitu sebuah persiapan yang jauuh tak kalah penting. Persiapan diwisuda oleh Allah. Ucapan selamat wisuda dari Allah. “jadi apa ya Allah?”. pasti yang kita inginkan jadi ahlul jannah (ahli surga). Amiiin…
Bagaimana mempersiapkannya. Ayo bagi calon abi dan umi. Mencari ilmu untuk kesana. Mencari dan mempersiapkan criteria, memaknai cinta Allah yaitu cinta yang sejati. Menikah jadikanlah solusi. Jangan kahwatir stock akhwat sholehah dan ikhwan sholeh itu insyaAllah masih banyak.:). Maka jadilah stock yang sholeh/ah.:).
Bagaimana agar kehidupan keluarga bahagia, kompak, utuh baik di dunia maupun di akhirat. Menyelamatkan keluarga agar terhindar dari neraka. Bagaimana agar kompak. Karena sesungguhnya kompak itu indah apabila ada dalam keseharian kita. Menciptakan pasukan yang sholeh dan kompak sehingga tak gentar dalam rintangan apapun.
Sebuah cita-cita untuk sukses dalam keluarga. Keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Keluarga yang bahagia dunia akhirat.
Kita coba mulai sekarang, yang deket dengan kita. Missal temen kos, kalau kita kos. Wah,,, subhanallah… ini loh kos-kosan paling kompak. Kos-kosan Zahwah misalnya, yang kompak man…hehehe…
Selamat berjuang!!!.
